Penangkapan Hariyono bermula dari informasi Kepala Dusun Desa Padi, Mojokerto, Sukamto, yang mendapat laporan dari warga bahwa ada orang mencurigakan berlogat Malaysia di sekitar wilayah mereka. Aparat unit intel Komando Distrik Militer 0815 Mojokerto yang tengah menyisir anggota teroris di sekitar Desa Kesiman, Mojokerto, kemudian langsung menangkap Hariyono. Ia ditangkap karena tidak memiliki kartu tanda penduduk dan di dalam tas bawaannya ada sejumlah buku-buku bertuliskan huruf Arab. Kecurigaan makin menguat lantaran lelaki yang mengaku sebagai warga Pasuruan ini berbicara dalam dialek Malaysia [baca: Seorang Anggota Kelompok Noordin M. Top Dibekuk].(BOG/Bambang Ronggo)
Advertisement