Setelah menyerang Desa Yanta, hanya beberapa jam setelah pengumuman penghentian serangan udara, bom dari pesawat tempur Israel kembali menghujani beberapa target. Di antaranya sebuah mobil yang berisi tiga tentara Lebanon di Kasimiye, dekat Kota Tyre. Akibatnya satu tentara tewas dan dua lainnya luka-luka. Namun Israel menyesalkan insiden ini. Karena Tel Aviv mengira mobil itu berisi anggota Hizbullah.
Sebelumnya Israel berjanji akan menghentikan serangan udaranya setelah membombardir Kota Qona, Ahad silam. Dalam kejadian ini 54 orang tewas dan sebagian besar korban adalah anak-anak. Penghentian serangan sementara ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan penyelidikan atas terbunuhnya para korban sipil tersebut [].
Advertisement
Menteri Pertahanan Israel Amir Perets menyatakan, pihaknya tidak akan menyetujui usul gencatan senjata segera. Alasannya penghentian serangan justru mempermudah musuh Israel untuk melancarkan serangan.
Sementara itu, polisi Israel di Kota Haifa menggeledah dan menangkap dua orang yang ditengarai membawa bahan peledak. Kota kedua terbesar setelah Tel Aviv ini berada dalam keadaan siaga tinggi setelah ada peringatan mengenai masuknya pelaku bom bunuh diri.(IAN)