Jenazah Pilot RI Catalina Dibawa ke Manado

<i>Setelah 32 tahun tersimpan di Jambi, jenazah almarhum Yohanes Natael Londa dikembalikan kepada keluarganya.</i>

oleh Liputan6Diterbitkan 25 September 2000, 12:34 WIB
Liputan6.com, Jambi: Kerangka jenazah almarhum Yohanes Natael Londa alias Yan Londa diterbangkan ke Manado pukul 09.30 WIB, Ahad (24/9) pagi. Kepala Staf Angkatan Udara telah memutuskan, pilot pesawat RI 005 Catalina yang meninggal dunia 52 tahun silam itu akan dimakamkan di daerah kelahirannya, yakni di Desa Pokpok, Kecamatan Rano Yapotek, Sulawesi Utara. Almarhum tewas bersamaan dengan jatuhnya pesawat yang ia kemudikan di Sungai Batang Hari, Jambi, 29 Desember 1948 silam.

Kerangka pilot ini sebelumnya telah tersimpan selama 52 tahun di Rumah Abu Samudra Bhakti. Sebelumnya, keluarga almarhum telah mengetahui keberadaan jenazah setelah menyaksikan tayangan Liputan 6 petang SCTV pada 21 Juli silam.

Sebanyak 52 orang keluarga besar Londa yang berdomisili di berbagai kota itu telah tiba di Jambi sejak Sabtu (23/9). Mereka datang untuk mengikuti prosesi pengangkatan jenazah yang dilakukan pada Sabtu sore.

Prosesi pengangkatan jenazah dilanjutkan dengan upacara militer di depan kantor Gubernur Jambi. Upacara ini juga ditandai dengan penyerahan jenazah dari Gubernur Jambi kepada keluarga yang diwakili oleh Albert Erick Londa. Keesokan harinya, jenazah diberangkatkan ke Manado dengan pesawat Hercules TNI AU bersama keluarganya.

Sesampai di Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, pihak keluarga almarhum menyerahkan jenazah kepada Pemerintah Daerah Sulawesi Utara yang diwakili Sekretaris Wilayah Daerah Sulut, dengan upacara militer. Pemakaman jenazah direncanakan berlangsung dalam suasana yang sama di Desa Pokpok, pada Senin (25/9) ini.(HFS/Suhatman Pisang)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya