Belajar Fotografi Lewat Forum Kamera

Melalui situs www.forumkamera.com, anggota komunitas fotografer bisa saling bertukar pikiran tentang suatu foto. Selain itu, mereka dapat menjual dan membeli peralatan kamera yang ditawarkan secara online.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 Juli 2006, 08:47 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Seperti seorang penembak jitu yang sedang membidik sasarannya, Luhut Napitupulu mencari posisi yang pas supaya bidikan kameranya tepat mengenai model yang akan difoto. Dan tentu saja, hasil dari jepretan itu yang paling dia utamakan. Bersama dengan fotografer lainnya, Luhut tampak sibuk mengambil gambar dua model di salah satu kawasan di Jakarta, belum lama berselang. Sesekali ia mengatur gaya sang wanita yang dipotret.

Luhut bukanlah seorang fotografer profesional. Dia adalah seorang bankir di salah satu bank, profesi yang sudah ditekuni sekitar 23 tahun. Namun kecintaannya akan dunia fotografi, membawa pria ini bergabung dalam suatu komunitas Forum Kamera. Luhut mengaku, dia bercita-cita menjadi fotografer handal, semahir fotografer komersial. "Makanya setiap minggu saya benar-benar hunting foto. Handal dalam fotografi kalau kita rajin ikut motret," kata Luhut.

Menurut Luhut, kendala yang dihadapi selama ini adalah ketersediaan model yang terbatas. Dan yang paling sulit tambah dia, saat akan memfoto. "Berebut. Terkadang tak kebagian tempat," ucap Luhut. Sementara untuk masalah lighting, pria berambut agak cepak ini mengaku tidak ada masalah.

Walaupun cuma hobi, menurut Samudra, mereka terkadang membeli atau menyewa lampu untuk dipakai dalam pemotretan. "Karena mereka ingin terlihat pro dan serius serta menghasilkan suatu karya yang memiliki nilai tambah," tutur dia.

Selain Luhut, ada Saelan Wangsa, arsitek, yang juga bergabung dalam komunitas ini. Menurut lelaki berkacamata ini, belajar fotografi susah-susah gampang. "Yang penting kita harus punya feeling dan insting dari diri kita sendiri. Kalau teknis tidak begitu sulit untuk dipelajari," ujar dia. Saelan menjelaskan, feeling sangat diperlukan karena membantu menentukan komposisi, angle, dan sudut pandang akan objek yang akan difoto.

Saelan menambahkan, untuk menjadi seorang fotografer yang baik harus memiliki kemauan dan jam terbang lebih banyak. "Itu akan memberikan kita policy yang lebih baik," ujar dia. Adapun kehadiran kamera digital sangat membantu para fotografer saat ini. "Karena tidak memerlukan film, namun membuat mereka (fotografer) lebih banyak belajar lagi," imbuh Saelan.

Kehadiran komunitas ini nampaknya sangat membantu bagi mereka yang hobi foto. Irsan, misalnya, dari tidak bisa kini mulai dapat memotret. Irsan mengaku, banyak belajar dari rekan-rekan lainnya secara online di www.forumkamera.com. Adapun kehadiran kamera digital diakui oleh pria yang berprofesi sebagai programmer sangat membantu. Kerja keras dan tekad Irsan pun akhirnya membuahkan hasil. Baru-baru ini, Irsan dinobatkan sebagai juara pertama untuk kategori power blue potrait oleh salah satu majalah digital kamera di Inggris.

Juru foto lainnya, Beni Haryanto mengatakan, komunitas ini terbagi menjadi dua aktivitas. Yaitu, online dan offline. Untuk aktivitas online, semua foto yang masuk ke dalam forum kamera akan dilombakan. Selain itu, tambah Beni, ada juga bagian feature foto. Yakni mendiskusikan aspek-aspek suatu foto. Tak hanya itu, portal ini menyediakan fasilitas market place, di mana sesama anggota komunitas dapat menjual serta membeli peralatan kamera.

Mengenai hasil suatu foto, menurut Aryono Huboyo Djati, fotografer serta kurator foto, tidak cukup hanya disuguhkan kepada penikmat foto bahwa karya ini bagus. Bagi Aryono, bagus dan indah itu relatif. Namun ada dimensi lain dalam fotografi. Utamanya adalah mengetahui kiat-kiat menjual karya foto itu.

Aryono menambahkan, ketika seorang beraktualitasi lewat fotografi, maka sulit membedakan kamera yang harganya mahal dan murah. Serta orang yang benar-benar serius dengan yang sekadar beruji coba di fotografi. "Karena hasil itu bisa dimanipulasi melalui suatu program-program (komputer), seperti photoshop," jelas dia. Jadi, kata Aryono, eksplorasi dari seorang fotografer dalam membuat sebuah gambar kreatif didasari pada latar belakang si fotografer sendiri dalam berpikir secara imajinatif.(BOG/Prihandoyo dan Dwie Guntoro)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya