Bantuan Jatah Hidup Korban Gempa Belum Merata

Bantuan jatah hidup untuk korban gempa di Bantul, DIY, baru tercairkan sekitar 75 persen. Dari sekitar Rp 70 miliar dana yang dibutuhkan, pemerintah pusat baru mencairkan dana Rp 50 miliar.

oleh Liputan6Diterbitkan 09 Juli 2006, 06:13 WIB
Liputan6.com, Bantul: Lebih sebulan pascagempa bumi, bantuan jatah hidup yang dijanjikan pemerintah bagi para korban gempa di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, baru tercairkan 75 persen, Jumat (7/7). Dari sekitar Rp 70 miliar dana yang dibutuhkan, pemerintah pusat baru mencairkan dana Rp 50 miliar yang hanya cukup untuk 11 dari 17 kecamatan. Sementara enam kecamatan lainnya belum mendapatkan kepastian.

Menurut Bupati Bantul Idham Samawi, pihaknya sejauh ini sudah mengirim surat pada Gubernur DIY untuk membantu mendesak pemerintah pusat segera mencairkan kekurangan dana bantuan tersebut. Pasalnya dikhawatirkan akan terjadi gejolak sosial jika masih ada korban gempa yang tak mendapat bantuan jatah hidup, seperti yang sering dijanjikan pemerintah.

Bantuan jatah hidup memang menjadi hal yang dinanti para korban gempa buat kelangsungan hidup. Maklum banyak dari mereka yang tak bisa kembali mencari nafkah. Tri Yuniati, warga Dusun Ngipik, Kelurahan Baturetno, Banguntapan, Bantul, misalnya. Tri kini tak bisa lagi bekerja membordir kain karena peralatannya ikut rusak tertimpa puing-puing rumah. Kini, Tri bersama keluarganya hanya bisa bertahan hidup dari belas kasihan pihak lain yang kadang mendatanginya.

Sebenarnya Tri sempat berharap beban hidupnya bisa berkurang saat petugas Kelurahan Baturetno, Banguntapan, Bantul, awal pekan silam membagikan bantuan jatah hidup. Tapi, ibu dua anak ini harus kecewa karena pembagian bantuan itu tak merata. Tri dan 30 kepala keluarga korban gempa di Dusun Ngipik dicoret dari daftar penerima bantuan, tanpa alasan yang jelas.(ORS/Wiwik Susilo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya