Liputan6.com, Medan: Krisis keamanan di Aceh ternyata memberikan peluang besar kepada pengusaha sektor perumahan di Sumatra Utara. Para pengusaha perumahan yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) Sumut baru-baru ini mengakui telah terjadi peningkatan transaksi jual beli rumah, terutama dalam tiga bulan terakhir. Maklum, dengan alasan keamanan, para pengusaha asal Aceh memborong rumah berbagai tipe di Medan. Lantaran permintaan yang terlampau melonjak, pengembang malah kesulitan mencari lahan baru. Demikian pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Daerah REI Artur Batubara, baru-baru ini, di Medan.
Menurut data yang dimiliki Artur, para peminat rumah sederhana dan mewah di Medan itu sebagian besar didominasi pengusaha, pejabat, dan pedagang dari Tanah Rencong. Kepindahan ke provinsi tetangganya itu dengan alasan keamanan yang tak terjamin di tempat asal. Nah, di mata mereka, kawasan Sumut cukup strategis dan aman buat investasi berbagai proyek. Kawasan perumahan yang menjadi pilihan favorit warga Aceh berada di sekitar Jalan Binjai Medan dan Jalan Medan Suggal. Kedua jalan raya itu termasuk daerah jalur lintas darat Medan-Banda aceh.
Permintaan rumah yang meningkat itu, mengakibatkan para pengembang kesulitan mencari lahan. Permintaan rumah pada tahun 2000 silam mencapai 11.100 unit dari berbagai tipe. Bahkan menjelang pertengahan tahun ini, angka permintaan sudah hampir mencapai 13 ribu unit.(COK/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto)
Menurut data yang dimiliki Artur, para peminat rumah sederhana dan mewah di Medan itu sebagian besar didominasi pengusaha, pejabat, dan pedagang dari Tanah Rencong. Kepindahan ke provinsi tetangganya itu dengan alasan keamanan yang tak terjamin di tempat asal. Nah, di mata mereka, kawasan Sumut cukup strategis dan aman buat investasi berbagai proyek. Kawasan perumahan yang menjadi pilihan favorit warga Aceh berada di sekitar Jalan Binjai Medan dan Jalan Medan Suggal. Kedua jalan raya itu termasuk daerah jalur lintas darat Medan-Banda aceh.
Permintaan rumah yang meningkat itu, mengakibatkan para pengembang kesulitan mencari lahan. Permintaan rumah pada tahun 2000 silam mencapai 11.100 unit dari berbagai tipe. Bahkan menjelang pertengahan tahun ini, angka permintaan sudah hampir mencapai 13 ribu unit.(COK/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto)