Hal itulah yang terlihat di TPS Kelurahan Cibeunying, Kecamatan Bandung Wetan, Jawa Barat, baru-baru ini. Alat tersebut didatangkan warga sekitar bekerja sama dengan Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Insenerator bisa mengolah sampah lebih dari 200 meter kubik per hari yang berasal dari dua kelurahan. Hasil olahan dijadikan salah satu bahan untuk pembuatan kompos.
Selain dapat mengurangi penumpukan sampah, alat tersebut membuka peluang kerja. Misalnya, operator insenerator dan pengumpul sampah. Upaya yang dilakukan warga Cibeunying ini patut dicontoh warga Bandung lain. Dengan demikian, masalah sampah bisa cepat teratasi daripada hanya menunggu janji-janji pemerintah.(TOZ/Patria Hidayat dan Taufik Hidayat)
Advertisement