Pedagang Pasar Wedi Berjualan di Pinggir Jalan

Kios mereka yang terdapat di dalam pasar telah hancur digoyang gempa. Mereka meminta pemerintah daerah setempat segera membangun pasar yang merupakan pasar utama pemasok kebutuhan di sejumlah kecamatan ini.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 Juni 2006, 13:44 WIB
Liputan6.com, Klaten: Sekitar 600 pedagang Pasar Wedi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terpaksa berjualan di pinggir jalan. Sebab tempat biasa mereka berjualan rata dengan tanah akibat digoyang gempa pada 27 Mei silam. Barang dagangan juga rusak akibat hujan dan terendam lumpur. Demikian pantauan SCTV dari Klaten, Selasa (6/6) [baca: Ratusan Warga Desa Terpencil Berdoa Bersama].

Beban para pedagang Pasar Wedi makin bertambah karena kehilangan banyak pelanggan. Saat ini, mereka juga masih menanggung utang pembelian barang dagangan. "Punya utang banyak," kata Lis, seorang pedagang di Pasar Wedi. Para pedagang juga prihatin dengan harga barang kebutuhan pokok yang terus naik pascagempa.

Mereka sekarang hanya berharap pemerintah segera membangun kembali Pasar Wedi. Dengan demikian mereka dapat beraktivitas seperti biasa. Pasar ini sebelumnya merupakan salah satu pasar utama yang mampu memenuhi kebutuhan warga di sejumlah kecamatan, seperti Gantiwarno, Bayat, dan Wedi sendiri.(JUM/Solikun)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya