Tarian Lego-Lego Bukan Lagi Tarian Perang

Seiring kemajuan zaman, tarian lego-lego mengalami perubahan fungsi. Dahulunya sebagai tarian perang, kini tarian itu dipakai sebagai ajang mencari jodoh, menyambut tamu, dan merayakan pernikahan.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 Mei 2006, 08:36 WIB
Liputan6.com, Alor: Budaya Indonesia masih kental dengan kekayaan kesenian aslinya. Tari lego-lego salah satunya, yang kini masih tetap dilestarikan. Dan seiring perkembangan zaman, fungsi tarian ini sedikit demi sedikit mengalami perubahan. Belum lagi kurangnya minat kaum muda Suku Alor, Nusatenggara Timur, untuk memberdayakan tarian tersebut.

Lego-lego kini cuma dinikmati oleh kaum lanjut usia. Seni yang dahulunya adalah tarian perang itu saat ini cuma menjadi pelengkap seremonial acara-acara tertentu. Antara lain untuk menyambut tamu, merayakan pernikahan hingga ajang mencari jodoh.

Tarian khas asli Suku Alor kecil ini melibatkan empat unsur dalam penyajiannya. Mereka yang membawakan tarian berkumpul dalam satu lingkaran. Lingkaran terluar diisi barisan lelaki dan lingkaran kedua oleh para pembaca syair, yang juga berperan sebagai pemimpin lagu. Sedangkan lingkaran ketiga kaum perempuan dan lingkaran inti diisi para musisi.(AIS/Didimus Payong Dore)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya