Liputan6.com, Kupang: Pelucutan senjata terhadap milisi di Nusa Tenggara Timur, yang dilaksanakan hari ini, Minggu (24/9) sempat memanas. Pasalnya, penyerahan senjata yang dilakukan secara simbolik di Kepolisian Resor Belu, NTT, ada sejumlah anggota milisi yang tak puas.
Sayang, tak terungkap jelas alasan ketidakpuasan tersebut. Sedianya, seusai penyerahan senjata itu, tim akan melakukan tatap muka dengan tokoh masyarakat dan pengungsi di Kupang. Upaya pemeretelan senjata itu adalah bagian dari pelaksanaan Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Tim pemerintah dipimpin Menteri Koordinator Politik, Sosial dan Keamanan Susilo Bambang Yudoyono, berangkat menuju Atambua Minggu dini hari. Selain Susilo, turut serta antara lain Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Yusril Izha Mahendra, Kapolri Jenderal S Bimantoro, Wakil Komisi I DPR RI Ferry Tinggogoy. Sekitar pukul 09.45 WITA rombongan tiba di Kupang dan langsung menuju Atambua.(RSB/Diah Kusuma dan Satya Pandia)
Sayang, tak terungkap jelas alasan ketidakpuasan tersebut. Sedianya, seusai penyerahan senjata itu, tim akan melakukan tatap muka dengan tokoh masyarakat dan pengungsi di Kupang. Upaya pemeretelan senjata itu adalah bagian dari pelaksanaan Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Tim pemerintah dipimpin Menteri Koordinator Politik, Sosial dan Keamanan Susilo Bambang Yudoyono, berangkat menuju Atambua Minggu dini hari. Selain Susilo, turut serta antara lain Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Yusril Izha Mahendra, Kapolri Jenderal S Bimantoro, Wakil Komisi I DPR RI Ferry Tinggogoy. Sekitar pukul 09.45 WITA rombongan tiba di Kupang dan langsung menuju Atambua.(RSB/Diah Kusuma dan Satya Pandia)