Demonstrasi Besar Kembali Mengguncang Kathmandu

Puluhan ribu warga Nepal berunjuk rasa di pinggiran ibu kota Kathmandu kendati ada jam malam dan perintah tembak di tempat. Raja Gyanendra mengumumkan akan mengembalikan demokrasi multipartai di negara itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 April 2006, 01:59 WIB
Liputan6.com, Kathmandu: Unjuk rasa besar-besaran kembali digelar penduduk Nepal di pinggiran ibu kota Kathmandu, Jumat (21/4). Aksi yang dinilai melanggar larangan berdemonstrasi dan jam malam ini tetap diikuti puluhan ribu warga kendati kemarin telah jatuh korban jiwa [baca: ].

Tiga kelompok massa berjumlah puluhan ribu muncul dan bergabung di daerah Kalanki, pinggiran sebelah barat Kathmandu. Padahal di lokasi ini sehari sebelumnya tiga pemrotes tewas ditembak polisi. Para demonstran lalu dengan berani mendekati pasukan keamanan yang dikerahkan untuk menjaga jam malam. Sebelumnya pemerintah juga sudah mengeluarkan perintah tembak di tempat bagi para pelanggar jam malam. Di beberapa lokasi pengunjuk rasa membakar pos polisi, menjarah sebuah gedung pemerintah serta melempar batu kepada pihak keamanan. Sejumlah pemrotes luka-luka dipukul polisi.

Madhav Kumar Nepal, pemimpin Partai Komunis menyerukan kepada warga negeri itu agar bergabung dengan aksi ini guna mengakhiri kekuasaan Raja Gyanendra. Krisis di Negara Atap Dunia makin meningkat sejak mogok massal menentang raja, dua pekan lalu. Hingga kemarin, jumlah korban tewas akibat berbagai aksi mencapai 14 orang.

Sementara itu, Raja Gyanendra mengumumkan akan mengembalikan demokrasi multipartai di negara itu. Ia juga meminta aliansi tujuh partai oposisi yang menentangnya segera merekomendasikan perdana menteri secepat mungkin. Namun sang raja tak bersedia mengubah konstitusi seperti tuntutan pemrotes karena dapat membatasi kekuasaan.(MAK)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya