Herman Wanggai Ternyata Masuk DPO

Salah satu warga Papua yang memperoleh suaka politik di Australia, Herman Wanggai, ternyata buronan polisi. Dia kabur dari Lapas Abepura, Jayapura, saat baru menjalani hukuman satu tahun.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 April 2006, 19:14 WIB
Liputan6.com, Jayapura: Herman Wanggai (bukan Herman Manggai--red), satu dari 42 warga Papua yang memperoleh suaka politik di Australia, selama ini tinggal di Jayapura. Herman dikenal sebagai aktivis lembaga swadaya masyarakat yang memperjuangkan hak asasi rakyat Papua. Namun dalam perjalanannya, dia berubah haluan mendukung Papua Merdeka.

Herman Wanggai dilahirkan di Kawasan Dok 8, Jayapura, 33 tahun silam. Di tempat ini Herman kecil sering berdiskusi dengan sang paman, Doktor Thomas Wainggai, pendiri Kelompok Melanesia Barat atau Bintang 14. Thomas Wainggai dijatuhi hukuman 20 tahun penjara lantaran mengibarkan bendera Melanesia Barat pada 14 Desember 1988. Saat pamannya ditangkap, Herman yang masih duduk di kelas tiga sekolah menengah pertama, termasuk dalam rombongan yang dibawa ke kantor polisi dan sempat meringkuk di dalam tahanan. Lantaran masih kecil, tidak lama kemudian Herman dibebaskan. Di kampungnya, dia dikenal pendiam. Tapi semua orang tahu Herman adalah orang politik

Ketika beranjak dewasa, Herman aktif terlibat dalam diskusi-diskusi politik. Ketua Elsham Papua Aloysius Renwarin mengenal dia sebagai aktivis yang senang mengadakan diskusi tentang independesi Papua. Sementara Edison Waromi, sepupu Herman yang menjabat sebagai Presiden Eksekutif Otorita Nasional Papua, mengungkapkan Herman sering dikirim Kelompok Melanesia Barat ke luar negeri guna menggalang dukungan internasional.

Namun pada tanggal 14 Desember 2002, Herman dan Edison beserta tiga orang lainnya ditangkap polisi karena mengibarkan bendera Melanesia Barat di Kampus Universitas Cenderawasih. Pengadilan memvonis mereka dua tahun penjara. Tetapi baru satu tahun menjalani hukuman, dia sudah melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Abepura. Kepala Lapas Abepura Johan Yarangga mengatakan, Herman kabur pada saat mengikuti proses asimilasi pendidikan di Universitas Cendrawasih.

Boleh jadi, kepergian Herman ke Australia bersama 42 warga Papua lainnya bukan karena faktor politik [baca: Warga Papua Pencari Suaka Tiba di Melbourne"]. Pria pendiam itu justru lari karena menjadi buronan polisi.(BOG/Rommy Fibri dan Arry Trisna)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya