Organisasi yang dipimpin Habib Rizieq Shihab ini dari awal memang menolak penerbitan majalah tersebut. Mereka juga pernah meminta pimpinan majalah khusus orang dewasa itu menarik kembali edisi perdananya. Menurut Rizieq, pihaknya terus memantau majalah yang berpusat di Amerika Serikat itu. Dia menambahkan, soal nama tak begitu penting, jika yang disajikan ternyata tetap saja berbau pornografi [baca: Playboy Indonesia Terus Mendapat Penolakan].
Penolakan terbitnya majalah berlogo kepala kelinci putih berdasi kupu-kupu itu juga berlangsung di Jawa Timur. Sejumlah pemuda dari organisasi masyarakat Islam, di antaranya Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Pemuda Muhammadiyah Indonesia, dan Majelis Muslim Indonesia merazia Majalah Playboy di pusat perbelanjaan di Jalan Pahlawan, Surabaya.
Advertisement
Dalam razia itu tak ditemukan ada agen yang menjual Majalah Playboy Indonesia. Para distributor dan agen mengaku tidak berani menjual majalah bacaan kaum lelaki tersebut. Mereka khawatir akan timbul masalah. Ormas Islam di Surabaya berencana bertemu para distributor dan agen majalah agar tak menjual Playboy.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)