Abadi Purnomo menyatakan pihaknya selama ini menanggung subsidi bagi konsumen sebesar Rp 2.000 hingga Rp 2.500 per kilogram. Tahun ini saja perusahaan pelat merah ini harus menanggung kerugian sekitar Rp 2 triliun dari bisnis ini. Untuk menutup kerugian, Pertamina akan terus menaikkan harga hingga mencapai level Rp 6.900 per kilogram.
Rencana kenaikan ini sebenarnya telah muncul beberapa waktu lalu. Akan tetapi, kemudian dibantah direktur utama Pertamina yang saat itu dijabat Widya Purnama. Pergantian direksi beberapa saat silam ternyata membuat isu ini kembali mengemuka setelah sempat diiringi isu kelangkaan karena kilang di Balongan rusak [baca: Elpiji Mulai Sulit Didapat].(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)
Advertisement