Presiden SBY Prihatin Pemuatan Karikatur Dirinya

Presiden SBY menilai pemuatan karikatur dirinya oleh sebuah harian di Australia sebagai tidak senonoh dan berselera rendah. Pemerintah diminta bersikap tegas terhadap Negeri Kanguru itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 April 2006, 19:54 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku prihatin dengan pemuatan karikatur dirinya di harian The Weekend Australian.  Saat diberitahu mengenai karikatur tersebut menurut Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng seperti dikutip BBC Siaran Indonesia, Yudhoyono menggeleng-gelengkan kepala. "Kadang-kadang pers atau media yang banyak dinilai berkualitas ternyata terperosok pada selera rendah," kata Andi Mallarangeng. Sebelumnya, pemuatan karikatur yang menggambarkan Presiden SBY menunggangi seorang warga Papua tersebut sudah menuai protes dari dalam negeri [].

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif menganggap karikatur itu sebagai bentuk penghinaan terhadap bangsa Indonesia. Menurutnya, apa yang selama ini dilakukan Amerika Serikat, Inggris dan Australia tak akan pernah berhenti, karena mereka tidak mau melihat Indonesia menjadi negara yang besar. "Karena itu, pemerintah harus bersikap lebih tegas, selama ini terlalu lembek," ujarnya. Selain itu, Zaenal mengatakan bakal mengusulkan kepada pemerintah untuk menutup Pulau Lombok bagi kapal-kapal Australia.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya