Pengakuan Amir di atas semakin menguatkan dugaan adanya proses lobi dan negosiasi renovasi gedung KBRI sejak Hamzah Haz menjabat wapres. Dari fotokopi surat yang didapatkan SCTV disebutkan bahwa Amir yang mengirim surat rekanan PT Sun Hoo Engineering tersebut [baca: Ditemukan Surat Setwapres Izin Pembangunan KBRI Seoul]. Isinya antara lain, Wapres menjanjikan bahwa surat izin pembangunan KBRI di Seoul akan keluar paling lambat Oktober 2004. "Mungkin ada karena kebetulan asisten saya itu yang bikin surat. Saya langsung tanda tangan karena saya percaya dia," tambah Amir.
Menurut asisten pribadi Hamzah yang lain, Usamah Hisyam, yang dilakukan Amir adalah inisiatif pribadi. Sebab dia yakin Hamzah tak akan pernah menyuruh asisten pribadinya menulis surat kepada sebuah perusahaan. "Tidak boleh itu," tegas Usamah. Sementara pada 1 November 2005, Departemen Luar Negeri mengirimkan surat yang isinya membantah adanya pemberian izin penggunaan lahan apalagi pembangunan gedung baru KBRI di Seoul.
Advertisement
Atas temuan ini, Hamzah membantah menggelar pertemuan apalagi menerima bonus dari rencana pembangunan Kedubes RI di Seoul. Sebab untuk bertemu dengan Hamzah biasanya harus melewati sejumlah petugas protokoler. "Tapi saya kira siapa saja yang minta bertemu apalagi kalau berkaitan dengan soal kenegaraan, ya, saya terima," kata Hamzah [baca: Hamzah Haz Membantah Terkait Sun Hoo].(YAN/Fajar Ilham dan Noviar Jamal)