Choiril mengatakan, penurunan inflasi bulanan ini banyak dipengaruhi harga beras yang stabil di pasaran menyusul dimulainya masa panen raya akhir bulan ini. Sementara puncak panen raya diperkirakan berlangsung Maret sampai April 2006.
Komponen bahan makanan dan transportasi yang biasanya menjadi pemicu lonjakan inflasi, pada bulan ini, justru menukik. Untuk komponen bahan makanan hanya 0,28 persen. Komponen makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,65 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,55 persen. Sedangkan kelompok sandang 0,72 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,16 persen.
Advertisement
Meski demikian, laju inflasi Februari 2006 dibandingkan periode sama dalam beberapa tahun terakhir masih terbilang tinggi: 17,92 persen. Bahkan, tambah Choiril, pada bulan-bulan mendatang angka inflasi berpotensi naik lagi, apalagi bila pemerintah jadi menaikkan tarif dasar listrik. Berdasarkan perhitungan BPS, kenaikan TDL sebesar 15-40 persen akan menyumbang inflasi 0,4 hingga 1,2 persen.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)