Berdasarkan pemantauan SCTV, prosedur pengambilan jenazah kedua korban sangat ketat. Baik petugas pembawa jenazah maupun keluarga korban yang hendak masuk ruangan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, harus mengenakan masker dan pakaian khusus.
Jumat petang, Purnomo tiba di RSPI Sulianti Saroso. Pria berusia 23 tahun ini sebelumnya dirawat selama tiga hari di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, karena mengalami sesak napas dan radang paru-paru. Diduga Purnomo tertular virus flu burung subtipe H5N1 dari kotoran unggas, sebab pekerjaannya adalah pengangkut telur. Dari hasil rontgen dipastikan ada peradangan paru-paru. Namun hasil laboratorium sampel darah almarhum belum diketahui. Tapi sekitar dua jam dirawat di ruang unit gawat darurat, nyawa Purnomo tidak tertolong lagi [].
Advertisement
Sementara Dewi Sartika mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 22.45 WIB. Almarhumah sempat dirawat di Ruang UGD RSPI Sulianti Saroso sekitar satu pekan karena pneumonia berat dan demam tinggi [].
Dengan meninggalnya dua pasien ini, terhitung sejak Juli 2005 hingga kini sudah 21 pasien flu burung di Indonesia yang meninggal dunia. Dan ini berarti menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kematian pasien H5N1 tertinggi di dunia. Ironisnya, sampai sekarang sumber virus yang menyebabkan kematian pasien-pasien itu belum juga ditemukan.
Karena itu, setiap orang harus waspada penyebaran wabah mematikan ini. Bila mengalami gejala seperti demam tinggi, sesak napas, batuk, pilek, dan pernah kontak langsung dengan unggas mati, hendaknya segera memeriksakan diri ke dokter. Di musim hujan, virus flu burung bahkan bisa bertahan hingga 24 hari, berkembang cepat, dan mematikan [baca: Rekan Kerja Kiki Maria Diduga Flu Burung].
Sejauh ini jumlah korban terbesar ditemukan di Tangerang, Banten, dengan lima kasus. Malahan tercatat tiga cluster atau kasus positif dalam sebuah keluarga di kota ini. Di Jaktim ada empat kasus, Jakarta Selatan dua kasus, sementara Jakut dan Jakarta Barat masing-masing satu kasus. Virus H5N1 juga menjangkiti tiga korban di Bekasi dan satu korban di Bogor, Jabar. Sebulan terakhir, penyakit avian influenza juga terus berkembang di Bandung dan Indramayu, Jabar. Pada dua kota ini masing-masing ditemukan dua kasus positif H5N1 dan meninggal dunia.
Menurut Nyoman Kandun, Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, hingga kini angka kematian korban flu burung di Tanah Air mencapai 70 persen. Salah satu penyebabnya adalah terlambatnya penanganan korban untuk dirujuk ke rumah sakit yang ditunjuk pemerintah untuk menangani kasus ini.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)