Awalnya aksi yang sebagian besar diikuti anggota Front Pembela Islam ini berlangsung damai. Situasi mulai memanas ketika keinginan pengunjuk rasa untuk bertemu dengan perwakilan Konsulat Kehormatan Denmark tidak diterima. Kemarahan akhirnya diluapkan massa dengan memecahkan kaca gedung yang terletak di Jalan Sambas tersebut.
Usai berunjuk rasa di Konsulat Kehormatan Denmark, massa beranjak ke Konjen AS yang berada di Jalan Dokter Sutomo. Saat berada di tempat ini massa sempat mencabut lambang negara AS yang ada di pagar depan masuk konsulat. Massa menilai AS juga harus bertanggung jawab atas munculnya karikatur Nabi Muhammad SAW di beberapa media barat.
Advertisement
Tak urung, sikap keras massa membuat perang mulut antara sejumlah habib yang memimpin massa dengan polisi tak bisa dielakkan. Untuk menenangkan situasi, polisi melepaskan tembakan peringatan yang membuat massa akhirnya membubarkan diri. Beberapa habib dan polisi sempat terkena pukulan.
Selain di Surabaya, unjuk rasa dengan isu yang sama juga diusung ratusan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera di Kedubes Denmark di Jakarta [baca: Demonstran Kembali Mendatangi Kedubes Denmark]. Awalnya pengunjuk rasa hendak bertemu dengan Duta Besar Denmark. Namun, sampai aksi berakhir, wakil pejabat negara itu tak juga menemui massa.
Pada saat hampir bersamaan, unjuk rasa ratusan anggota FPI di Bandung, Jawa Barat, diwarnai pembakaran bendera Denmark. Mereka mendesak pemerintah Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan negara tersebut. Di Ambon, Maluku, pembakaran bendera juga dilakukan ratusan anggota Himpunan Mahasiswa Islam Ambon di depan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan Wakil Gubernur Abdullah Latuconsina.
Selain di Indonesia, hari ini ratusan umat muslim Thailand juga berunjuk rasa di depan Kedubes Denmark di Kota Bangkok. Pengunjuk rasa menyesalkan sikap pemerintah Denmark yang membiarkan tindakan surat kabar Jyllands-Posten memuat karikatur tersebut dengan alasan sebagai bagian dari kebebasan berekspresi [baca: Umat Muslim Thailand Datangi Kedubes Denmark].(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)