Bagi Gus Dur, apa yang dilakukan Presiden Timor Leste adalah bentuk kecintaan dia pada Indonesia serta untuk kepentingan Timor Leste. Bahkan, jumlah warga sipil Timor Leste yang menjadi korban tewas selama pemerintahan Indonesia antara tahun 1974 hingga 1979, menurut Gus Dur jauh melebihi angka yang dilaporkan Xanana. "Jumlah itu sedikit, sebenarnya kira-kira 200 ribu orang. Kalau marah silahkan, kenyataannya begitu kok," ucap Gus Dur di Jakarta, Ahad (29/1).
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai laporan Xanana ke PBB sebagai hal yang berlebihan. Dalam laporan itu disebutkan, bahwa selama 24 tahun menjadi bagian Indonesia, pemerintah dan militer Indonesia telah membunuh sekitar 183 ribu warga Timor Leste [].(ADO/Mikotoro dan Agin)
Advertisement