Dua Pendeta Berebut Memimpin Kebaktian

Bentrokan terjadi di dalam Gereja milik Huria Kristen Batak Protestan di Banda Aceh, NAD. Pendeta Hasudungan Aritonang dan Pendeta Fernando Rajagukguk berebut memimpin kebaktian.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Januari 2006, 17:05 WIB
Liputan6.com, Banda Aceh: Kericuhan terjadi antara dua pengikut pendeta Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, baru-baru ini. Bentrokan berawal saat pendeta Hasudungan Aritonang dan pendeta Fernando Rajagukguk saling berebut untuk memimpin kebaktian.

Pendukung Aritonang menganggap, pendetanya masih layak memimpin jemaat yang pernah dipimpinnya. Mereka juga menilai, Gereja HKBP bukan milik kelompok tertentu. Hal itu diamini Pendeta Aritonang. Sebaliknya, Pendeta Rajagukguk berpendapat, Aritonang tidak berhak memimpin kebaktian karena masa tugasnya sudah habis.

Ketegangan baru reda setelah kelompok Pendeta Aritonang memilih bubar tanpa terlebih dahulu melaksanakan kebaktian. Di luar gereja, kedua belah pihak masih saja perang mulut. Padahal, kejadian memalukan ini tidak perlu terjadi di tempat ibadah.(AIS/Mukhtaruddin Yakob)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya