Banjir Belum Surut di Gresik

Puluhan warga terpaksa mengungsi ke tenda-tenda darurat sebab rumah mereka di Gresik, Jawa Timur, masih terendam air setinggi satu meter. Warga di tempat pengungsian khawatir bakal kehabisan makanan.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Januari 2006, 20:07 WIB
Liputan6.com, Gresik: Meski hujan tidak turun, banjir masih merendam rumah warga setinggi satu meter di Gresik, Jawa Timur, Ahad (8/1). Tempat tinggal mereka digenangi air akibat meluapnya Sungai Lamong. Puluhan keluarga setempat terpaksa mengungsi ke tenda-tenda darurat yang lokasinya lebih tinggi. Di sini mereka memasak dan menjemur pakaian yang basah terkena banjir. Pengungsi khawatir bila air tak kunjung surut, maka bahan makanan di pengungsian bisa habis [].

Di sisi lain, banjir di empat desa di Kecamatan Ngantru, Tulungagung, Jatim, mulai surut. Kondisi ini dimanfaatkan warga untuk membersihkan perabotan rumah tangga yang kotor terendam air. Untuk mengantisipasi datangnya air bah, warga bersama anggota TNI memasang ribuan karung pasir di tempat jebolnya tanggul Sungai Buk Brombong [].

Di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jatim, dalam dua hari terakhir ada enam titik longsor. Bahkan jalan penghubung Desa Cuko dengan kampung lainnya terputus. Selain itu, beberapa dinding rumah penduduk retak-retak. Longsor juga menyebabkan dua rumah penduduk rusak. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Sementara itu, Nuraini, korban banjir bandang di Jember, Jatim, kondisinya berangsur membaik setelah mengalami pendarahan serius sehabis melahirkan. Ibu berusia 21 tahun ini tampak lebih sehat bila dibandingkan dengan hari sebelumnya. Nuraini kini tinggal di rumah sederhana bersama keluarganya [].

Nuraini adalah satu dari dua korban banjir bandang di Jember yang melahirkan saat dalam pengungsian. Ibu tiga anak ini berhasil menyelamatkan diri sesaat banjir datang. Menurut Nuraini, saat banjir datang ia langsung lari ke musala sambil menggendong anak. Sementara waktu melahirkan, Nuraini hanya dibantu Siti, saudara sepupunya. "Anaknya gak mau keluar. Saya tarik," ujar Siti.

Nuraini mengaku trauma kembali ke desanya. Apalagi ketika mengetahui bahwa rumahnya telah hancur. Ia kini juga kebingungan dengan masa depan keluarga. Suaminya yang hanya buruh perkebunan sampai kini belum ada harapan bisa kembali bekerja karena lahan perkebunan habis diterjang banjir.

Banjir bandang yang terjadi Ahad silam telah menghancurkan sedikitnya ratusan rumah di tiga kecamatan di Jember. Korban tewas menurut data terakhir Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam Jember mencapai 78 jiwa. Namun versi warga menyebut korban tewas mencapai ratusan orang.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya