Laju Inflasi Januari Harus Diwaspadai

Menurut Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, berdasarkan pengalaman inflasi Januari agak tinggi. Faktor kenaikan tarif dan gaji pegawai negeri sebesar 15 persen harus tetap diantisipasi.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Januari 2006, 08:08 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Laju inflasi Januari 2006 harus diwaspadai menyusul rencana pemerintah menaikkan gaji pegawai negeri 15 persen dan penyaluran bantuan langsung tunai. "Berdasarkan pengalaman, inflasi Januari agak tinggi antara satu sampai 1,1 persen," kata Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah di Jakarta, Rabu (3/1).

Burhanuddin menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Desember 2005 terjadi deflasi sebesar 0,04 persen. Sementara laju inflasi tahunan mencapai 17,11 persen. "Melihat perkembangan yang ada, ada baiknya inflasi Januari kita waspadai," jelas Burhanuddin [baca: Deflasi Desember 2005 Mencapai 0,04 Persen].

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun melontarkan sinyal serupa. Sri mengatakan, memang setelah deflasi pada Desember 2005, expectancy atau harapan terhadap inflasi cenderung menurun. "Namun, kita harus tetap hati-hati. Faktor kenaikan tarif [angkutan] dan kenaikan gaji PNS harus tetap diantisipasi," ungkap Sri.(ICH/Zulkarnain dan Yuyung Setiawan)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya