Liputan6.com, Banjarmasin: Anak adalah amanah dari Tuhan yang harus dididik oleh orang tua. Selain mendidik, orang tua juga wajib memberikan nama kepada seorang anak. Sejumlah daerah mempunyai tradisi tersendiri dalam upacara pemberian nama kepada anak.
Bagi masyarakat Suku Banjar, Kalimantan Selatan, tradisi pemberian nama menjadi budaya yang menarik. Mereka biasa menyebut budaya tersebut dengan nama tasmiah. Kata tasmiah berasal dari bahasa Arab yang berarti memberi nama kepada anak yang baru lahir. Biasanya, pelaksanaan tasmiah selalu disertai dengan upacara akikah atau pemotongan seekor kambing.
Orang tua wajib memotong seekor kambing untuk anak perempuan dan dua ekor kambing untuk anak laki-laki. Makna pemotongan kambing untuk menghilangkan sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri manusia sejak lahir.
Sebelum di-tasmiah, bayi diturunkan dari ayunan dan diarak keliling rumah. Acara ini diiringi rombongan kesenian sinoman hadrah, yang melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, acara tasmiah juga disertai dengan pembacaan ayat suci Alquran dan dakwah agama.
Usai pemberian nama, rambut bayi dipotong dan selanjutnya diberi tepung tawar sebanyak tiga kali di atas kepala. Bila proses ini telah dilalui maka anak itu resmi menyandang nama yang diberikan. Masyarakat Banjar percaya bahwa arti nama yang diberikan sangat berpengaruh terhadap perjalanan hidup bayi itu. Nama yang kasih juga diharapkan dapat memberi berkah kepada diri anak tersebut dan keluarganya.(ULF/Emir Faisal)
Bagi masyarakat Suku Banjar, Kalimantan Selatan, tradisi pemberian nama menjadi budaya yang menarik. Mereka biasa menyebut budaya tersebut dengan nama tasmiah. Kata tasmiah berasal dari bahasa Arab yang berarti memberi nama kepada anak yang baru lahir. Biasanya, pelaksanaan tasmiah selalu disertai dengan upacara akikah atau pemotongan seekor kambing.
Orang tua wajib memotong seekor kambing untuk anak perempuan dan dua ekor kambing untuk anak laki-laki. Makna pemotongan kambing untuk menghilangkan sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri manusia sejak lahir.
Sebelum di-tasmiah, bayi diturunkan dari ayunan dan diarak keliling rumah. Acara ini diiringi rombongan kesenian sinoman hadrah, yang melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, acara tasmiah juga disertai dengan pembacaan ayat suci Alquran dan dakwah agama.
Usai pemberian nama, rambut bayi dipotong dan selanjutnya diberi tepung tawar sebanyak tiga kali di atas kepala. Bila proses ini telah dilalui maka anak itu resmi menyandang nama yang diberikan. Masyarakat Banjar percaya bahwa arti nama yang diberikan sangat berpengaruh terhadap perjalanan hidup bayi itu. Nama yang kasih juga diharapkan dapat memberi berkah kepada diri anak tersebut dan keluarganya.(ULF/Emir Faisal)