Kendati demikian, tragedi itu belum bisa mengubah pola hidup masyarakat yang menetap di sekitar rel kereta api. Bahkan, seperti pantauan SCTV di beberapa titik seperti wilayah Bongkaran Tanah Abang, Kota Intan Angke, bahkan Gunung Antang, kehidupan malam serta lalu-lalang warga di atas rel kereta api tetap berlangsung.
Menurut salah seorang pedagang, Sami, dia sebenarnya mengetahui adanya larangan berjualan di pinggir rel kereta api. Bahkan, wanita ini kerap merasa takut saat berjualan di samping deru mesin kereta api yang lewat. "Tapi mau bagaimana lagi, saya hanya numpang hidup [di sini]," ujar Sami lirih.
Advertisement
Tidak hanya itu, keberadaan permukiman di sekitar lintasan kereta api juga memiliki banyak dampak buruk lainnya. Misalnya saja, adanya permukiman di atas saluran air membuat rel akan tergenang dan anjlok saat hujan turun. Namun, hingga saat ini PT Kereta Api belum mampu mengatasi maraknya permukiman liar maupun kehidupan malam di tempat itu. Kendalanya, anggaran tidak pernah mencukupi.(ADO/Teguh Dwi Hartono)