Sri menambahkan, penurunan PNBP terjadi karena kewajiban pemerintah untuk membayar pembelian bahan bakar minyak dari Pertamina. Artinya tahun ini negara hanya menerima PNBP sebesar Rp 106,52 triliun dan lebih rendah dari realisasi APBN 2004 yang mencapai Rp 126,7 triliun.
Di sisi lain, menurut Sri, penerimaan negara melalui pajak meleset satu persen dari target yaitu sebesar Rp 347,6 triliun. Sementara penerimaan pajak ini lebih tinggi dari realisasi APBN 2004 yakni sebesar Rp 268,2 triliun. Dengan demikian APBN 2005 mengalami defisit antara 0,6 hingga 0,8 persen dari pendapatan domestik bruto.
Advertisement
Sri juga mengungkapkan, pengeluaran pemerintah baru terealisasi 76,7 persen dari yang dipatok. Alhasil beberapa rencana belanja negara akan diluncurkan pada APBN 2006.(ZIZ/Sella Wangkar dan Agus Ginanjar)