Penerimaan Nonpajak 2005 Tidak Mencapai Target

Menjelang penutupan tahun, penerimaan negara bukan pajak pada APBN 2005 tidak mencapai target. Menurut Menkeu Sri Mulyani, hal ini terjadi karena pemerintah wajib membayar pembelian BBM dari Pertamina.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Desember 2005, 09:52 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2005, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) didominasi oleh penerimaan dari sumber daya alam terutama minyak bumi dan gas alam. PNBP ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak mentah dunia. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (20/12), menjelang penutupan APBN 2005 pada akhir Desember ini, PNBP dalam APBN 2005 mengalami penurunan paling besar. Yakni hanya mencapai 66 persen dari target yang ditentukan.

Sri menambahkan, penurunan PNBP terjadi karena kewajiban pemerintah untuk membayar pembelian bahan bakar minyak dari Pertamina. Artinya tahun ini negara hanya menerima PNBP sebesar Rp 106,52 triliun dan lebih rendah dari realisasi APBN 2004 yang mencapai Rp 126,7 triliun.

Di sisi lain, menurut Sri, penerimaan negara melalui pajak meleset satu persen dari target yaitu sebesar Rp 347,6 triliun. Sementara penerimaan pajak ini lebih tinggi dari realisasi APBN 2004 yakni sebesar Rp 268,2 triliun. Dengan demikian APBN 2005 mengalami defisit antara 0,6 hingga 0,8 persen dari pendapatan domestik bruto.

Sri juga mengungkapkan, pengeluaran pemerintah baru terealisasi 76,7 persen dari yang dipatok. Alhasil beberapa rencana belanja negara akan diluncurkan pada APBN 2006.(ZIZ/Sella Wangkar dan Agus Ginanjar)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya