Menurut Sendjaja, AirAsia yang berbasis di Malaysia saat ini memiliki sekitar 49 persen saham Awair. Sisanya milik beberapa pemegang saham dari dalam negeri [].
Sementara itu, Menteri Perhubungan Hatta Radjasa menyatakan, tidak akan mengizinkan Awair menggunakan nama AirAsia. Pasalnya nama itu tidak menunjukkan identitas sebagai armada milik Indonesia. "Namanya harus PT Indonesia AirAsia, tidak boleh AirAsia saja, kata Hatta. Dia juga mengingatkan, nomor register pesawat AirAsia juga harus PK--kode register penerbangan domestik.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)
Advertisement