Pabrik Indorama Akan Ditutup Bila Bersalah

Departemen Perindustrian sudah mengirim tim khusus untuk menyelidiki kebocoran gas therminol 66 di pabrik PT Indorama Synthetics. Pabrik itu akan ditutup bila terbukti bersalah.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Desember 2005, 08:54 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Departemen Perindustrian sedang meneliti penyebab kebocoran gas therminol di pabrik PT Indorama Synthetics, Purwakarta, Jawa Barat. Pabrik akan ditutup bila terbukti PT Indorama mempergunakan gas beracun yang membahayakan kesehatan. Demikian dikatakan Menteri Perindustrian Fahmi Idris di Jakarta, Rabu (14/12).

Departemen Perindustrian sudah mengirim tim penyelidik ke pabrik PT Indorama. Tim akan memverifikasi pernyataan manajemen PT Indorama yang mengatakan gas yang bocor dari pabriknya bukan gas therminol 66 [baca: Indorama Membantah Gas Bocor Jenis Therminol]. Fahmi memperkirakan, penyelidikan akan tuntas dalam waktu satu minggu ke depan.

Menurut Fahmi, hasil penyelidikan itulah yang akan dijadikan sumber keputusan. "Yang pasti, kejadian itu bukan unsur kesengajaan. Pasti ada faktor penyebabnya. Nah, penyebabnya itulah yang akan diselidiki," tegas Fahmi [baca: Warga Purwakarta Keracunan Gas].(ICH/Gnl dan Baharudin Tarim)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya