Pemerintah Berjanji Memperbaiki Pendidikan Nasional

Presiden SBY berjanji akan berupaya memperbaiki semua faktor pendidikan termasuk kesejahteraan guru. Sementara Mendiknas Bambang Sudibyo menolak mengintervensi mogok mengajar ribuan guru di Lombok Timur.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 Desember 2005, 20:32 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah berjanji berupaya memperbaiki semua faktor pendidikan nasional termasuk kesejahteraan guru. "Tentu saja pemerintahan yang saya pimpin akan melakukan yang terbaik untuk merealisasikan semua ide dan komitmen. Secara pribadi saya juga akan melibatkan diri untuk perbaikan dunia pendidikan," tutur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Konferensi Internasional Pendidikan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12) kemarin.

Di tempat yang sama, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, pihaknya menolak mengintervensi mogok mengajar ribuan guru di Lombok Timur, Nusatenggara Barat. "Aksi yang masih skala lokal adalah tugas dari Bupati Lombok Timur untuk menyelesaikan itu. Ini sesuai dengan prinsip otonomi daerah dan desentralisasi tentu pemerintah tak perlu terburu-buru untuk menginterversi itu," kata Mendiknas.

Mogok mengajar yang didukung Persatuan Guru Republik Indonesia Lombok Timur ini sudah berlangsung sejak tiga hari silam. Mereka memprotes kebijakan pemerintah daerah setempat yang memotong dua setengah persen gaji guru untuk Badan Amil Zakat Daerah [baca: Mogok Mengajar Meluas di Lombok Timur].

Sementara itu, Selasa mendatang Rancangan Undang-undang (RUU) Guru dan Dosen akan disahkan DPR. RUU ini antara lain mengatur masalah tunjangan profesi dan biaya pendidikan bagi pahlawan tanpa jasa itu. Meski demikian, realisasi target anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara hingga kini belum dapat terpenuhi [baca: RUU Guru: antara Kepentingan dan Idealisme].(BOG/Raditiyo Wicaksono)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya