Protes Pembangunan Bandara Lombok Baru Ricuh

Pembersihan lahan pembangunan Bandara Lombok Baru di Tanak Awu, Lombok Tengah, diwarnai kericuhan antara polisi dengan ratusan petani. Insiden terjadi setelah mereka tetap bertahan di lokasi pembangunan itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 November 2005, 02:18 WIB
Liputan6.com, Lombok Tengah: Ratusan petani yang menolak rencana pembangunan Bandar Udara Lombok Baru terlibat bentrokan dengan polisi di Tanak Awu, Lombok Tengah, Nusatenggara Barat, Selasa (29/11) petang. Insiden terjadi saat polisi dan anggota TNI melakukan pembersihan lahan pembangunan bandara itu dengan buldozer.

Para petani itu marah dan beberapa orang nekat bertahan dengan membaringkan badan ke tanah untuk melakukan perlawanan. Polisi kemudian berusaha mengusir mereka dengan semprotan air dan akhirnya bentrokan terjadi. Akibat bentrokan ini, sebanyak tujuh petani diamankan polisi. Mereka dituduh menjadi pemicu terjadinya protes ini.

Sementara itu, konflik sengketa tanah ini muncul sejak awal pembebasan tanah 12 tahun silam. Para petani ini menolak pembangunan Bandara Lombok Baru karena uang ganti rugi yang diberikan Pemerintah Daerah Lombok Tengah terlalu kecil. Kendati demikian, tidak semua warga menentang dan ada juga warga yang mendukung proyek bandara itu.(ZIZ/Adhar Hakim dan Rony Setiawan)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya