TNI AL Membantu Menangkap Pembunuh Bos Asaba

TNI Angkatan Laut akan membantu menangkap kembali Kopral Dua Marinir Suud Rusli, terpidana kasus pembunuhan bos PT Asaba, yang kabur kemarin. Meski kasus ini berada dalam tanggung jawab Rutan Cimanggis.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 November 2005, 19:24 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Markas Besar TNI Angkatan Laut tetap akan membantu menangkap kembali Suud Rusli, terpidana mati kasus pembunuhan bos PT Asaba. Meski, penahan terpidana dengan pangkat terakhir kopral dua Marinir ini berada dalam tanggung jawab pengelola rumah tahanan militer di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, yang kabur Ahad dini hari.

"Angkatan Laut tetap peduli dan akan membantu semaksimal munmgkin untuk dapat menangkap yang bersangkutan ini," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Abdul M. Yusuf di Jakarta, Senin (7/11). Abdul mengatakan sejak disidangkan dalam kasus pembunuhan Direktur Utama PT Asaba Boedyharto Angsono, tanggung jawab Suud berada di tangan oditur militer yang menahan dia di rutan militer di Cimanggis.

Ini adalah pelarian kedua Suud dari tahanan militer yang notabene memiliki penjagaan ekstraketat. Kenyataan ini sekaligus membuktikan kemampuan terpidana sebagai anggota pasukan elite TNI AL. Kopda Suud dan Letan Dua Syam Ahmad Sanusi kabur dari tahanan Polisi Militer AL pada 5 Mei 2005. Suud ditangkap kembali di tempat persembunyiannya di Malang, Jawa Timur, akhir Mei. Sedangkan Syam Ahmad hingga kini belum tersentuh alias masih buron [].

Suud dan Syam terlibat pembunuhan Boedyharto dan pengawalnya, Eddy Siyep pada Juli 2003. Dalam sidang di mahkamah militer, Suud dan Syam divonis mati dan sejauh ini tengah menunggu proses eksekusi. Sedangkan otak pembunuhan, Gunawan Santoso, juga menyandang status terpidana mati.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya