"Angkatan Laut tetap peduli dan akan membantu semaksimal munmgkin untuk dapat menangkap yang bersangkutan ini," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Abdul M. Yusuf di Jakarta, Senin (7/11). Abdul mengatakan sejak disidangkan dalam kasus pembunuhan Direktur Utama PT Asaba Boedyharto Angsono, tanggung jawab Suud berada di tangan oditur militer yang menahan dia di rutan militer di Cimanggis.
Ini adalah pelarian kedua Suud dari tahanan militer yang notabene memiliki penjagaan ekstraketat. Kenyataan ini sekaligus membuktikan kemampuan terpidana sebagai anggota pasukan elite TNI AL. Kopda Suud dan Letan Dua Syam Ahmad Sanusi kabur dari tahanan Polisi Militer AL pada 5 Mei 2005. Suud ditangkap kembali di tempat persembunyiannya di Malang, Jawa Timur, akhir Mei. Sedangkan Syam Ahmad hingga kini belum tersentuh alias masih buron [].
Advertisement
Suud dan Syam terlibat pembunuhan Boedyharto dan pengawalnya, Eddy Siyep pada Juli 2003. Dalam sidang di mahkamah militer, Suud dan Syam divonis mati dan sejauh ini tengah menunggu proses eksekusi. Sedangkan otak pembunuhan, Gunawan Santoso, juga menyandang status terpidana mati.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)