Perawat Ina Solati Diduga Terjangkit Flu Burung

Satu dari sebelas perawat yang merawat Ina Solati di ruang ICU yakni Rima Yuniarti dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso dari RS Insani Husada. Rima kini menjalani observasi awal di ruang isolasi Cempaka.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 November 2005, 17:54 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, menerima satu lagi pasien yang diduga terjangkit flu burung, belum lama ini. Dia adalah Rima Yuniarti, salah satu perawat Ina Solati yang meninggal akibat flu burung. Rima sempat bersentuhan langsung dengan Ina saat dirawat di Rumah Sakit Husada Insani, Tangerang, Banten [baca: Flu Burung Kembali Menelan Korban].

Saat ini Rima sedang menjalani observasi awal di ruang isolasi Cempaka untuk memastikan terjangkit flu burung atau tidak. Gejala-gejala yang dialami warga Jalan Brawijaya, Kecamatan Cipondoh, Tangerang, itu yakni demam tinggi dan sesak napas.

Demam mulai dirasakan perawat di ruang perawatan intensif (ICU) RS Insani Husada itu sejak Rabu silam. Ia sempat dirawat inap satu malam di ruang Paviliun Arjuna sebelum dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso, keesokan harinya.

Hingga kini pihak RS Husada Insani enggan memberi keterangan tentang Rima dengan alasan semua perawat di rumah sakit sedang libur cuti Hari Raya Idul Fitri. Namun beberapa perawat menuturkan, selain Rima, seluruh perawat yang sempat bersentuhan langsung dengan Ina sudah diambil sampel darahnya.

Adapun belum lama ini, SCTV mencoba mendatangi kediaman Rima di sebuah perumahan di Tangerang. Namun sang penghuni rumah menyatakan, wanita berusia 29 tahun ini sudah pindah sebulan silam.

Sementara menurut Ketua Tim Penanganan Flu Burung RSPI Sulianti Saroso dokter Ilham Patu, di ruang ICU saat itu ada sebelas perawat yang bersentuhan fisik secara langsung dengan Ina. "Ada satu perawat bernama (berinisial) R mengeluhkan sintom (gejala penyakit) yang mirip dengan flu biasa," ujar Ilham saat dimintai keterangan melalui telepon.

Ilham menambahkan, dari hasil pemeriksaan terhadap Rima, sampelnya baru bisa diambil besok. Dalam kasus dugaan flu burung, untuk dapat menyebutkan status Rima, simtomnya harus menunjukkan gejala infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA). "Dan ada riwayat kontak dengan unggas yang masih diagnosa H1 (salah satu varian virus flu burung)," jelas Ilham.

Yang dialami Rima saat ini belum menunjukkan tanda-tanda pandemi (meluas) karena menular dari manusia ke manusia. Ilham mengatakan, hasil pemeriksaan awal terhadap tiga anggota keluarga Ina menunjukkan hasil negatif. Satu di antara yang diperiksa adalah anaknya Indah (10 bulan). Sementara Ilham (delapan tahun) adalah adiknya. Terakhir adalah keponakannya, Bintang (lima bulan).

"Baik serologi dan VCR-nya (Visual Conversion Reaction)," tutur Ilham. Rencananya ada tiga pemeriksaan terhadap mereka. &quotPemeriksaan kedua baru akan dilakukan Sabtu besok," tambah Ilham.

Jika benar Ina Solati positif terjangkit flu burung, maka ini adalah kasus keenam terjadi di Indonesia. Ini termasuk bila Ina Solati juga dipastikan meninggal akibat flu burung subtipe H5N1 [baca: Dugaan Keluarga Ina Terinfeksi Flu Burung Menguat].

Dan, hingga kini belum bisa dijelaskan penyebaran virus burung yang sudah memakan korban lebih dari 60 jiwa di dunia itu. Namun ada beberapa langkah terbaik menghindari terjangkitnya flu burung. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan, salah satu yang mesti dilakukan yakni tidak kontak langsung dengan unggas. Seperti ayam, bebek, dan hewan ternak lainnya. Ini adalah cara terbaik mencegah tertularnya penyakit yang disebabkan virus avian influenza tersebut.

Dalam hal ini, anak-anak paling rawan tertular flu burung. Karena itu jagalah anak-anak untuk tidak bersentuhan langsung dengan unggas. Termasuk menghindari menjadikan burung sebagai peliharaan. Khusus kasus ini, WHO menyarankan untuk tidak tinggal dekat peternakan. Adapun buat menghindari meluasnya flu burung, jangan pindahkan unggas yang terinfeksi. Hewan yang sudah terjangkit flu burung harus dimusnahkan di tempat yang sama.

Namun bila sewaktu-waktu Anda telanjur kontak dengan unggas, pertama hendaknya senantiasa mencuci tangan setelah bersentuhan. Kedua, tanggalkan sepatu di luar rumah dan bersihkan pakaian yang Anda kenakan. Ketiga, periksa suhu tubuh dalam waktu satu minggu. Jika menderita demam berkepanjangan, segeralah memeriksakan diri ke dokter.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya