Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Komisaris Besar Polisi Oegroseno dalam percakapannya dengan SCTV melalui telepon, Rabu (26/10), menjelaskan, polisi siang ini juga akan kembali menyusuri tempat kejadian perkara untuk mencari kemungkinan adanya korban lain. "Soalnya, polisi sempat membuang tembakan," kata Oegroseno.
Untuk sementara, menurut Oegraseno, korban tewas akibat bentrokan itu berjumlah empat orang. Tiga korban dari polisi yaitu, Kepala Satuan Samapta Polresta Palu Ajun Komisaris Fuadi Cholis, Kepala Satuan Intelkam Polresta Palu AKP Imam Dwi Haryadi, dan anggota intel Polsek Palu Barat Briptu Arwan. Satu korban lainnya adalah Hatu salah seorang pengikut aliran sesat pimpinan Mahdi.
Selain korban tewas dan luka, dua anggota polisi juga dinyatakan hilang. Masing-masing Bripda Pajarama dan Briptu Rizal. Polisi hingga pagi tadi masih mencari jejak keduanya. Salah seorang di antaranya sudah diketahui keberadaannya setelah polisi mengontaknya melalui pesan pendek.
Advertisement
Pada bagian lain penjelasannya, Oegraseno menegaskan, kelompok yang dipimpin Mahdi ini dianggap aliran sesat. Kelompok ini melarang masyarakat masuk ke masjid atau gereja. Kelompok ini pun sempat menyebarkan isu bahwa nenek moyang mereka dulunya sering disakiti warga di Palu. Karenanya, mereka berencana akan menyerang kota itu.
"Ini bukan aliran Mahdi tapi aliran sesat yang dipimpin oleh seseorang yang bernama Mahdi. Malah sepertinya ini bukan ajaran agama tapi kalau di Amerika Serikat semacam aliran voodoo," kata Kapolda.
Karena aktivitasnya seperti itu, warga pun menjadi resah. Mereka segera melaporkannya ke polisi. Sebelum kejadian, polisi sempat berusaha bernegoisasi melalui pemuka adat setempat tapi tak berhasil. Akhirnya, polisi pun berinsiatif mendatangi mereka. "Ketika itu, polisi yang datang berjumlah 16 orang dipimpin Kapolsek Palu Barat dan Kasat Intel," kata Oegroseno.
Namun saat polisi tiba di kediaman Mahdi, ratusan pengikutnya langsung menghadangnya sambil menghunus senjata tajam. Karena situasinya sudah tidak memungkinkan, polisi sebetulnya sudah berusaha mundur. Tapi, bentrokan fisik pun terjadi [].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)