Insiden Berdarah Salena Ditangani Polda Sulteng

Menurut Kapolri Jenderal Polisi Sutanto insiden bentrokan antara polisi dengan pengikut ajaran Mahdi di Dusun Salena, Kelurahan Tipo, Palu Barat, Kota Palu, Sulteng, masih dapat ditangani Polda Sulteng.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Oktober 2005, 02:54 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Sutanto menegaskan sejauh ini insiden bentrokan antara polisi dengan kelompok ajaran Mahdi di Dusun Salena, Kelurahan Tipo, Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, masih dapat ditangani Kepolisian Daerah Sulteng. Pernyataan Kapolri ini dikemukakan di Jakarta, Selasa (25/10) petang, menanggapi bentrokan berdarah pukul 12.30 WITA saat personel Polres Kota Palu bersama Polsekta Palu Barat ingin menciduk Mahdi karena meresahkan warga dengan ajaran sesatnya.

Sedikitnya tiga orang polisi dan satu pengikut kelompok Mahdi tewas. Sementara belasan orang luka-luka akibat insiden berdarah itu. Korban tewas dari polisi, yaitu Kepala Satuan Samapta Polresta Palu Ajun Komisaris Fuadi Cholis, Kepala Satuan Intelkam Polresta Palu AKP Imam Dwi Haryadi, dan anggota intel Polsek Palu Barat Briptu Arwan. Sementara dari pihak kelompok Mahdi adalah Hatu [].

Insiden berdarah ini terjadi setelah Mahdi, pimpinan kelompok ajaran Mahdi, menolak dibawa polisi karena merasa ajarannya benar. Saat itu, kedatangan puluhan personel Polres Kota Palu dan Polsekta Palu Barat di kediaman Mahdi disambut ratusan pengikut Mahdi. Mereka menghadang polisi yang akan menangkap Mahdi. Tak jelas siapa yang memulai, situasi itu memanas dan terjadi bentrokan fisik antara polisi dengan pengikut Mahdi yang membawa senjata tajam.

Sementara itu, jenazah Fuadi Cholis hingga Selasa malam masih disemayamkan di rumah duka di Komplek Perwira Polresta Palu. Kedatangan jenazah Fuadi disambut isak tangis keluarga. Rencananya, jasad Fuadi akan dimakamkan di kampung halamannya di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulteng.

Sebelum meninggal, almarhum Fuadi sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Palu karena menderita luka cukup serius di bagian perut akibat sabetan parang. Kemudian bapak empat anak ini akhirnya meninggal dunia.

Informasi terakhir, masih ada tiga orang polisi dan seorang warga yang hilang dan masih dalam pencarian. Polisi setempat malam ini telah mengirim dua Satuan Setingkat Kompi Brigade Mobil dan Pasukan Perintis. Mereka ditempatkan di sekitar lokasi kejadian untuk memblokir jalan keluar masuk di sekitar Dusun Salena. Upaya itu dilakukan untuk mencegah kaburnya Mahdi dan para pengikutnya.(ZIZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya