Liputan6.com, Jakarta: Satu dekade terakhir para pecinta anjing di Tanah Air sangat antusias untuk mengoleksi anjing jenis Golden Retriever. Sebab, anjing ini adalah hewan peliharaan yang sangat menggemaskan, bersahabat dan aman bagi anak-anak. Selain itu, anjing Golden Retriever adalah anjing yang sangat atraktif dan memiliki kedekatan emosional dengan pemiliknya.
Golden Retriever juga memiliki fisik besar, gagah, serta memiliki tingkat kecerdasan tinggi dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Belakangan ini, anjing jenis ini juga dapat dikaryakan untuk mendeteksi keberadaan narkoba.
Bagi para penggemar anjing tentunya tidak asing lagi dengan anjing jenis ini. Berawal dari kecintaannya terhadap anjing jenis ini Jani Lauw kemudian memutuskan untuk menjadi pembiak khusus anjing Golden Retriever. Dalam rentang sembilan tahun, Jani berhasil membiakkan anjing Golden dengan bibit unggul. Bibitnya khusus diimpor dari Amerika Serikat.
Jani kini tengah merawat 29 ekor anjing Golden dengan kualitas terbaik di rumahnya di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat. Menurut Jani, dalam pembiakan anjing jenis ini dirinya mengimpor langsung bibitnya dari AS dengan kriteria silsilah juara atau champion.
Untuk memperoleh keturunan yang bagus asal-usul atau trah si anjing harus menjadi pertimbangan utama. Apalagi, kalau anjing hasil pembiakan itu untuk pameran anjing. Perkawinan anjing ini dapat dilakukan dengan penelusuran garis darah atau dengan mencari kesamaan tipe wajah si anjing. Jika melalui penelusuran garis darah anjing yang dikawinkan berasal dari keturunan yang sama, anjing tersebut tentunya tidak boleh disatukan di dalam kandang. Sementara untuk persamaan tipe wajah anjing yang dikawinkan tidak harus berasal dari garis darah yang sama tetapi dicari yang wajahnya semirip mungkin.
Selain membiakkan anjing Golden, Jani juga mempersiapkan anak-anak anjing jenis ini sejak berumur satu setengah bulan dengan beragam latihan. Tujuannya, untuk menjadikan anjing tersebut menjadi sang juara.
Dalam pembiakan anjing ini, Jani mempekerjakan sejumlah pelatih. Latihan itu dilakukan untuk memperoleh bentuk fisik yang indah. Olahraga berlangsug selama 15 menit di pagi dan 15 menit di sore hari.
Anjing Golden hasil pembiakan Jani yang bernama Golden Castle Kennel sudah seringkali memenangi berbagai pertandingan atau kompetisi. Kini, gelar Indonesian Champion dan American Champion pun sudah di tangan anjing tersebut.
Sudah tak terhitung lagi berapa ekor anjing Golden Champion yang lahir dari Kennel ini. Keturunan dari anjing Golden Champion inilah yang kemudian diburu oleh para kolektor anjing. Namun, kepemilikan anjing Golden Champion jenis itu tidak sembarangan. Menurut Jani, sang pembeli harus menjamin dirinya mampu memberikan berbagai fasilitas atau perawatan untuk anjing tersebut. Jaminannya itu seperti pemberian vitamin, obat-obatan, makanan khusus, dan penyejuk udara. Selain itu, perkembangan si anjing pun harus dilaporkan setiap periode waktu tertentu.(ZIZ/Grace Natalie dan Daeng Tanto)
Golden Retriever juga memiliki fisik besar, gagah, serta memiliki tingkat kecerdasan tinggi dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Belakangan ini, anjing jenis ini juga dapat dikaryakan untuk mendeteksi keberadaan narkoba.
Bagi para penggemar anjing tentunya tidak asing lagi dengan anjing jenis ini. Berawal dari kecintaannya terhadap anjing jenis ini Jani Lauw kemudian memutuskan untuk menjadi pembiak khusus anjing Golden Retriever. Dalam rentang sembilan tahun, Jani berhasil membiakkan anjing Golden dengan bibit unggul. Bibitnya khusus diimpor dari Amerika Serikat.
Jani kini tengah merawat 29 ekor anjing Golden dengan kualitas terbaik di rumahnya di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat. Menurut Jani, dalam pembiakan anjing jenis ini dirinya mengimpor langsung bibitnya dari AS dengan kriteria silsilah juara atau champion.
Untuk memperoleh keturunan yang bagus asal-usul atau trah si anjing harus menjadi pertimbangan utama. Apalagi, kalau anjing hasil pembiakan itu untuk pameran anjing. Perkawinan anjing ini dapat dilakukan dengan penelusuran garis darah atau dengan mencari kesamaan tipe wajah si anjing. Jika melalui penelusuran garis darah anjing yang dikawinkan berasal dari keturunan yang sama, anjing tersebut tentunya tidak boleh disatukan di dalam kandang. Sementara untuk persamaan tipe wajah anjing yang dikawinkan tidak harus berasal dari garis darah yang sama tetapi dicari yang wajahnya semirip mungkin.
Selain membiakkan anjing Golden, Jani juga mempersiapkan anak-anak anjing jenis ini sejak berumur satu setengah bulan dengan beragam latihan. Tujuannya, untuk menjadikan anjing tersebut menjadi sang juara.
Dalam pembiakan anjing ini, Jani mempekerjakan sejumlah pelatih. Latihan itu dilakukan untuk memperoleh bentuk fisik yang indah. Olahraga berlangsug selama 15 menit di pagi dan 15 menit di sore hari.
Anjing Golden hasil pembiakan Jani yang bernama Golden Castle Kennel sudah seringkali memenangi berbagai pertandingan atau kompetisi. Kini, gelar Indonesian Champion dan American Champion pun sudah di tangan anjing tersebut.
Sudah tak terhitung lagi berapa ekor anjing Golden Champion yang lahir dari Kennel ini. Keturunan dari anjing Golden Champion inilah yang kemudian diburu oleh para kolektor anjing. Namun, kepemilikan anjing Golden Champion jenis itu tidak sembarangan. Menurut Jani, sang pembeli harus menjamin dirinya mampu memberikan berbagai fasilitas atau perawatan untuk anjing tersebut. Jaminannya itu seperti pemberian vitamin, obat-obatan, makanan khusus, dan penyejuk udara. Selain itu, perkembangan si anjing pun harus dilaporkan setiap periode waktu tertentu.(ZIZ/Grace Natalie dan Daeng Tanto)