Liputan6.com, Makassar: Kelangkaan elpiji masih terjadi di beberapa daerah di Tanah Air, Sabtu (15/10). Bahkan harga elpiji naik hingga 40 persen. Anehnya, belum ada tindakan nyata dari pihak berwenang untuk mengatasi kelangkaan meski konsumen sangat terbebani dengan lonjakan harga yang terjadi.
Di Makassar, Sulawesi Selatan, misalnya, kelangkaan di beberapa wilayah telah berlangsung selama sepekan. Menurut seorang agen penyalur, sulitnya memperoleh elpiji karena adanya pembatasan jatah dari Pertamina. Perusahaan pelat merah ini hanya menjatah 230 tabung untuk tiap agen per tiga hari. Sebelumnya tidak ada pembatasan. Bahkan setiap agen dapat membeli hingga ribuan tabung. Langkanya elpiji membuat harga melonjak dari Rp 52 ribu menjadi Rp 70 ribu per tabung ukuran 12 kilogram.
Kelangkaan serupa melanda Polewali, Sulawesi Barat. Sejak sepekan terakhir sejumlah pemilik toko dan pedagang pengecer di Pasar Sentral Pekkabata dan Polewali telah kehabisan stok. Sulitnya mendapati elpiji di daerah ini adalah imbas dari kelangkaan di Sulsel. Soalnya, kebutuhan elpiji untuk Polewali selama ini didatangkan dari Makassar. Akibatnya, harga elpiji meroket hingga Rp 75 ribu per tabung 12 kilogram.
Sedangkan di Ambon, Maluku, kelangkaan sudah terjadi dalam dua pekan terakhir. Alasan kelangkaan hampir sama yakni tak ada lagi pasokan Pertamina. Harga gas elpiji tabung 15 kilogram bahkan melambung hingga Rp 100 ribu dari semula Rp 57 ribu.
Sementara itu, rencana pemerintah untuk memasarkan sejuta kompor (tungku) batu bara mulai tahun depan tak diimbangi dengan sosialisasi penggunaan [baca: Sejuta Kompor Batu Bara Dipasarkan Tahun Depan]. Karena itu masih banyak warga yang tak mengetahui cara menggunakan kompor ini. Padahal, di tengah kelangkaan elpiji dan minyak tanah, penggunaan briket batubara bisa menjadi energi alternatif. Tambahan lagi, harga briket batubara jauh lebih murah yakni Rp 1.500 per kilogram.
Pengamatan SCTV menunjukkan penggunaan tungku ini tak sesulit yang dibayangkan. Waktu persiapan memang membutuhkan waktu lebih lama dibanding kompor biasa. Tapi proses dan lama memasak sama dengan kompor biasa. Biasanya satu tungku batu bara diisi satu kilogram briket batu bara dan dapat digunakan selama tiga jam.
Sebaiknya, isi dulu kompor dengan briket batu bara yang kering. Setelah itu tambahkan dengan briket batu bara yang telah direndam minyak tanah selama sepuluh hingga 15 menit. Hal ini bertujuan untuk menyempurnakan pembakaran. Pembakaran pun cukup sangkil. Untuk memasak setengah panci air, umpamanya, hanya dibutuhkan waktu sekitar seperempat jam.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)
Di Makassar, Sulawesi Selatan, misalnya, kelangkaan di beberapa wilayah telah berlangsung selama sepekan. Menurut seorang agen penyalur, sulitnya memperoleh elpiji karena adanya pembatasan jatah dari Pertamina. Perusahaan pelat merah ini hanya menjatah 230 tabung untuk tiap agen per tiga hari. Sebelumnya tidak ada pembatasan. Bahkan setiap agen dapat membeli hingga ribuan tabung. Langkanya elpiji membuat harga melonjak dari Rp 52 ribu menjadi Rp 70 ribu per tabung ukuran 12 kilogram.
Kelangkaan serupa melanda Polewali, Sulawesi Barat. Sejak sepekan terakhir sejumlah pemilik toko dan pedagang pengecer di Pasar Sentral Pekkabata dan Polewali telah kehabisan stok. Sulitnya mendapati elpiji di daerah ini adalah imbas dari kelangkaan di Sulsel. Soalnya, kebutuhan elpiji untuk Polewali selama ini didatangkan dari Makassar. Akibatnya, harga elpiji meroket hingga Rp 75 ribu per tabung 12 kilogram.
Sedangkan di Ambon, Maluku, kelangkaan sudah terjadi dalam dua pekan terakhir. Alasan kelangkaan hampir sama yakni tak ada lagi pasokan Pertamina. Harga gas elpiji tabung 15 kilogram bahkan melambung hingga Rp 100 ribu dari semula Rp 57 ribu.
Sementara itu, rencana pemerintah untuk memasarkan sejuta kompor (tungku) batu bara mulai tahun depan tak diimbangi dengan sosialisasi penggunaan [baca: Sejuta Kompor Batu Bara Dipasarkan Tahun Depan]. Karena itu masih banyak warga yang tak mengetahui cara menggunakan kompor ini. Padahal, di tengah kelangkaan elpiji dan minyak tanah, penggunaan briket batubara bisa menjadi energi alternatif. Tambahan lagi, harga briket batubara jauh lebih murah yakni Rp 1.500 per kilogram.
Pengamatan SCTV menunjukkan penggunaan tungku ini tak sesulit yang dibayangkan. Waktu persiapan memang membutuhkan waktu lebih lama dibanding kompor biasa. Tapi proses dan lama memasak sama dengan kompor biasa. Biasanya satu tungku batu bara diisi satu kilogram briket batu bara dan dapat digunakan selama tiga jam.
Sebaiknya, isi dulu kompor dengan briket batu bara yang kering. Setelah itu tambahkan dengan briket batu bara yang telah direndam minyak tanah selama sepuluh hingga 15 menit. Hal ini bertujuan untuk menyempurnakan pembakaran. Pembakaran pun cukup sangkil. Untuk memasak setengah panci air, umpamanya, hanya dibutuhkan waktu sekitar seperempat jam.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)