Menurut Aburizal, kenaikan harga eceran BBM ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2005 Tanggal 30 September 2005 tentang kenaikan harga jual eceran minyak dalam negeri. Harga jual eceran premium dan solar untuk usaha kecil, transportasi dan pelayanan umum sudah termasuk pajak pertambahan nilai untuk setiap liternya. "Untuk transportasi di antaranya angkutan darat, sungai dan penyeberangan sudah termasuk pajak bahan bakar kendaraan bermotor," kata Aburizal.
Untuk jenis premium, Aburizal menjelaskan, dari harga lama Rp 2.400 menjadi Rp 4.500 atau naik sebesar 87,5 persen. Solar semula harganya Rp 2.100 menjadi Rp 4.300 atau naik sebesar 104,7 persen. Dan minyak tanah dari harga awal Rp 700 melonjak menjadi Rp 2.000 atau naik sebesar 185,7 persen.
Advertisement
Sementara harga BBM jenis Pertamax dan Pertamax Plus sudah dinaikkan sejak 1 September silam. Pertamax naik dari empat ribu rupiah menjadi Rp 5.700 per liter. Pertamax plus naik dari Rp 4.200 menjadi Rp 5.900 per liter [baca: ].
Sebelum kenaikan harga ini diumumkan, antrean warga untuk memperoleh BBM masih terlihat di sejumlah daerah hingga malam tadi. Mereka rela antre agar mendapat BBM dengan harga lama. Di Kupang, Nusatenggara Timur, misalnya. Antrean kendaraan di SPBU Oebufu di Jalan Lalamentik mencapai hampir satu kilometer. Pihak SPBU tidak membatasi jumlah pembelian. Karenanya hampir semua pemilik kendaraan mengisi tangkinya hingga penuh.
Kejadian yang sama terjadi di Manado, Sulawesi Utara. Antrean panjang di beberapa pompa bensin sudah terjadi sejak siang. Sebagian besar pembeli mengaku rela antre agar dapat memperoleh harga BBM lama. Untuk mengantisipasi keamanan sejumlah polisi disiagakan di semua SPBU di Manado.
Ribuan warga Makassar, Sulawesi Selatan, menyerbu SPBU yang ada diseluruh sudut kota. Bahkan, di beberapa pompa bensin antrean mencapai lebih dari satu kilometer. Mereka mengaku sudah menunggu sejak pagi hari. Para pemilik kendaraan ini membeli BBM untuk persediaan esok hari. Barisan kendaraan yang antre untuk memperoleh BBM menjelang kenaikan harga juga terjadi di Banyumas, Jawa Tengah.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)