Liputan6.com, Pangkalan Bun: Situasi Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, masih mencekam menyusul bentrokan antaretnis sejak Selasa silam. Bahkan, hingga Ahad (8/4) malam, warga lokal masih membakari rumah-rumah warga pendatang yang telah kosong. Demikian pemantauan koresponden SCTV Ririn Binti dari Pangkalan Bun, Kalsel, baru-baru ini.
Menurut Kepala Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Ajun Komisaris Besar Jusman Aer, secara umum situasi keamanan dapat diatasi. Polres Pangkalan Bun juga telah melepaskan 262 warga Kotawaringin Timur setelah berembuk dengan tokoh setempat. Sebanyak 200 orang, atas kesadaran sendiri, telah meninggalkan Kotawaringin Barat.
Sementara itu, para tokoh Musyawarah Pimpinan Daerah setempat menyatakan, kerusuhan dan aksi pembakaran rumah bisa teredam atas kesadaran para warga pendatang yang tak melakukan aksi balasan. Kendati begitu, insiden tersebut terpaksa membuat sebagian besar dari mereka mengungsi ke lain tempat. Berdasarkan pemantauan SCTV, para pengungsi mencapai 43 ribu orang. Sebanyak 30 ribu lebih di antaranya telah dievakuasi keluar dari Pangkalan Bun.
Sementara itu, jenazah Inspektur Polisi Satu Anumerta Asep Dedy Sopiyandi dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang, Jawa Tengah, Ahad siang. Almarhum Dedi tewas bersama dua anggota Brigade Mobil Polri dalam bentrokan dengan warga di Kilometer 41 arah Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Jumat pekan silam. Sebelumnya, jenazah sempat disemayamkan di rumah duka, Jalan Setiabudi Nomor 90, Semarang.
Selain kalangan keluarga, jajaran Kepolisian Daerah Jateng turut mengantar ke pemakaman. Selanjutnya, Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Polisi Erwin Mapaseng bertindak sebagai inspektur upacara pemakaman. Dalam sambutannya, Erwin menyatakan, pengorbanan ketiga anggota Brimob adalah bukti darma bakti mereka terhadap bangsa dan negara.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut Kepala Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Ajun Komisaris Besar Jusman Aer, secara umum situasi keamanan dapat diatasi. Polres Pangkalan Bun juga telah melepaskan 262 warga Kotawaringin Timur setelah berembuk dengan tokoh setempat. Sebanyak 200 orang, atas kesadaran sendiri, telah meninggalkan Kotawaringin Barat.
Sementara itu, para tokoh Musyawarah Pimpinan Daerah setempat menyatakan, kerusuhan dan aksi pembakaran rumah bisa teredam atas kesadaran para warga pendatang yang tak melakukan aksi balasan. Kendati begitu, insiden tersebut terpaksa membuat sebagian besar dari mereka mengungsi ke lain tempat. Berdasarkan pemantauan SCTV, para pengungsi mencapai 43 ribu orang. Sebanyak 30 ribu lebih di antaranya telah dievakuasi keluar dari Pangkalan Bun.
Sementara itu, jenazah Inspektur Polisi Satu Anumerta Asep Dedy Sopiyandi dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang, Jawa Tengah, Ahad siang. Almarhum Dedi tewas bersama dua anggota Brigade Mobil Polri dalam bentrokan dengan warga di Kilometer 41 arah Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Jumat pekan silam. Sebelumnya, jenazah sempat disemayamkan di rumah duka, Jalan Setiabudi Nomor 90, Semarang.
Selain kalangan keluarga, jajaran Kepolisian Daerah Jateng turut mengantar ke pemakaman. Selanjutnya, Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Polisi Erwin Mapaseng bertindak sebagai inspektur upacara pemakaman. Dalam sambutannya, Erwin menyatakan, pengorbanan ketiga anggota Brimob adalah bukti darma bakti mereka terhadap bangsa dan negara.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)