Presiden Membahas Kompensasi BBM

Presiden SBY kembali memimpin sidang kabinet melalui telekonferensi dari AS. Sidang kali ini membahas kompensasi dana BBM, pelaksanaan kesepahaman damai RI dengan GAM, serta penyelundupan BBM.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 September 2005, 17:52 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali memimpin rapat kabinet di sela-sela kunjungan kenegaraannya di Amerika Serikat. Presiden memulai sidang jarak jauh kedua ini, Senin (13/9) pagi waktu Indonesia atau pukul sepuluh malam waktu New York, AS.

Sebelum memulai, Presiden menyampaikan sejumlah agenda rapat kabinet di antaranya membahas peningkatan bidang pendidikan berkaitan dengan distribusi kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak. Rapat juga membicarakan implementasi nota kesepahaman antara pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka dan penegakan hukum terutama masalah penyelundupan BBM. Hingga kini, rapat masih berlangsung.

Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Sedangkan di Istana Kepresidenan, hadir Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia Widodo A.S., Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto, Kepala Polri Jenderal Polisi Sutanto, Menteri Dalam Negeri Mochamad Ma`ruf, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni, Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra, serta Menko Kesejahteraan Rakyat Alwi Shibab.

Sebelumnya, Presiden menerima gelar doktor honoris causa di bidang hukum dari Webster University di Saint Louis, Missourri, AS. Presiden juga menerima anugerah International Hall of Fame dari Army College Fort Leavenworth, Kansas, AS. Ini adalah semacam Sekolah Staf Komando TNI Angkatan Darat di Indonesia. Yudhoyono adalah tentara keenam Indonesia yang bersekolah di Seskoad AS.

Hari ini, Presiden dan para pemimpin ASEAN dijadwalkan bertemu dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan. Di hari pertama Sidang Umum PBB ini, pengamanan di sekitar lokasi sangat ketat. Para peserta diwajibkan berjalan kaki hingga ke pintu gedung PBB. Ini dilakukan mengantisipasi ancaman bom mobil yang menyeruak menjelang Sidang Umum PBB.

Setelah itu, Yudhoyono akan memberikan orasi ilmiah di Columbia University. Para pemimpin negara juga diundang makam malam oleh Presiden George Walker Bush.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya