Liputan6.com, Sukabumi: Sukabumi, Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu daerah yang sejuk dan dingin. Kawasan ini juga menyimpan wisata yang mempesona dan menantang seperti arus jeram di Sungai Citarik, Kecamatan Cikidang, sekitar 30 kilometer dari Kota Sukabumi. Derasnya arus mampu memompa adrenalin petualang dan melepaskan ketegangan dari stres yang menjerat. Dijamin tak membosankan!
Soal tempat bermalam bukan masalah. Di kawasan ini tersedia juga saung atau gubuk tradisional yang sengaja disediakan buat menginap para wisatawan. Penikmat arus jeram juga dapat menikmati hamparan sawah di sekitar saung yang menentramkan hati.
Untuk sampai ke Pos Arus Liar--salah satu operator pelaksana arung jeram, pengunjung lebih dulu melewati jembatan gantung sepanjang 30 meter. Di bawahnya, mengalir deras arus Sungai Citarik. Petualang mesti membayar Rp 180 ribu di pos ini. Uang ini sudah termasuk peralatan keselamatan, asuransi, dan pemandu profesional. Terakhir, tentunya fasilitas arung jeram yang mengasyikkan sepanjang empat hingga 17 kilometer menuju Pelabuhan Ratu. Bagi penikmat yang tak bisa berenang, tak usah khawatir. Soalnya, disediakan jaket pelampung yang dapat menahan beban seberat 120 kilogram.
Dengan perahu karet yang dapat memuat dua atau tiga penumpang, perjalanan menantang antara satu hingga empat jam siap dimulai. Sebelumnya, pemandu memberi kursus singkat dalam mendayung dan berbagai keahlian lain yang diperlukan saat berarung jerang.
Arus sungai yang berkelok dan berbatu membuat penikmat harus berhati-hati. Normalnya, ketinggian arus Sungai Citarik semeter saja. Namun ketinggian 60 sentimeter juga telah cukup menantang. Tapi bila ketinggian air mencapai lebih satu meter, peserta amatir tak diperbolehkan turun untuk mencegah kecelakaan. Selain itu, sepanjang perjalanan, penikmat--jika beruntung--dapat menemukan sejenis biawak yang berkeliaran di sisi sungai.
Di samping arung jeram, Sukabumi juga mempunyai air terjun Cibeureum di Pondok Halimun, Resor Selabintana, sekitar delapan kilometer dari pusat kota. Air terjun ini mudah dicapai dengan menggunakan angkutan kota jurusan Kota Sukabumi-Selabintana dengan ongkos Rp 1.200.
Air terjun yang diapit Gunung Gede dan Pangrango ini memungut karcis masuk Rp 1.500 per orang. Untuk mencapainya, wisatawan harus menempuh jalan setapak sejauh dua setengah kilometer. Sepanjang perjalanan wisatawan mungkin juga memergoki berbagai satwa seperti monyet, elang Jawa, tupai dan babi hutan yang kebetulan melintas. Aliran sungai ikut menemani pengunjung saat mendaki ketinggian 1.500 meter. Bahkan sungai tersebut harus diseberangi tanpa memakai jembatan penyeberangan.
Dari jarak ratusan meter, suara riuh air terjun terdengar cukup nyaring. Setelah menempuh jalan berbatu dan berlumut akhirnya pengunjung dapat menikmati air terjun yang jatuh deras di antara tebing-tebing cadas. Indahnya air terjun yang memiliki ketinggian 53 meter mengusir penat pengunjung. Buat warga setempat, mandi di curug ini bisa membuat kulit terlihat awet muda. Namun dinginnya udara barangkali menjadikan wisatawan harus berpikir dua kali untuk mandi.
Tak hanya itu. Bagi yang betah dan suka suasana alam yang masih alami mungkin tertarik bisa berkemah di kawasan seluas 10 ribu hektare ini. Pasalnya, ada tiga lokasi camping yang lumayan luas. Pengunjung dapat lebih bersentuhan dengan alam sembari rileks dan mencoba "masuk" ke alam setempat.(MAK/Cindi Agustina dan Effendi Kasah)
Soal tempat bermalam bukan masalah. Di kawasan ini tersedia juga saung atau gubuk tradisional yang sengaja disediakan buat menginap para wisatawan. Penikmat arus jeram juga dapat menikmati hamparan sawah di sekitar saung yang menentramkan hati.
Untuk sampai ke Pos Arus Liar--salah satu operator pelaksana arung jeram, pengunjung lebih dulu melewati jembatan gantung sepanjang 30 meter. Di bawahnya, mengalir deras arus Sungai Citarik. Petualang mesti membayar Rp 180 ribu di pos ini. Uang ini sudah termasuk peralatan keselamatan, asuransi, dan pemandu profesional. Terakhir, tentunya fasilitas arung jeram yang mengasyikkan sepanjang empat hingga 17 kilometer menuju Pelabuhan Ratu. Bagi penikmat yang tak bisa berenang, tak usah khawatir. Soalnya, disediakan jaket pelampung yang dapat menahan beban seberat 120 kilogram.
Dengan perahu karet yang dapat memuat dua atau tiga penumpang, perjalanan menantang antara satu hingga empat jam siap dimulai. Sebelumnya, pemandu memberi kursus singkat dalam mendayung dan berbagai keahlian lain yang diperlukan saat berarung jerang.
Arus sungai yang berkelok dan berbatu membuat penikmat harus berhati-hati. Normalnya, ketinggian arus Sungai Citarik semeter saja. Namun ketinggian 60 sentimeter juga telah cukup menantang. Tapi bila ketinggian air mencapai lebih satu meter, peserta amatir tak diperbolehkan turun untuk mencegah kecelakaan. Selain itu, sepanjang perjalanan, penikmat--jika beruntung--dapat menemukan sejenis biawak yang berkeliaran di sisi sungai.
Di samping arung jeram, Sukabumi juga mempunyai air terjun Cibeureum di Pondok Halimun, Resor Selabintana, sekitar delapan kilometer dari pusat kota. Air terjun ini mudah dicapai dengan menggunakan angkutan kota jurusan Kota Sukabumi-Selabintana dengan ongkos Rp 1.200.
Air terjun yang diapit Gunung Gede dan Pangrango ini memungut karcis masuk Rp 1.500 per orang. Untuk mencapainya, wisatawan harus menempuh jalan setapak sejauh dua setengah kilometer. Sepanjang perjalanan wisatawan mungkin juga memergoki berbagai satwa seperti monyet, elang Jawa, tupai dan babi hutan yang kebetulan melintas. Aliran sungai ikut menemani pengunjung saat mendaki ketinggian 1.500 meter. Bahkan sungai tersebut harus diseberangi tanpa memakai jembatan penyeberangan.
Dari jarak ratusan meter, suara riuh air terjun terdengar cukup nyaring. Setelah menempuh jalan berbatu dan berlumut akhirnya pengunjung dapat menikmati air terjun yang jatuh deras di antara tebing-tebing cadas. Indahnya air terjun yang memiliki ketinggian 53 meter mengusir penat pengunjung. Buat warga setempat, mandi di curug ini bisa membuat kulit terlihat awet muda. Namun dinginnya udara barangkali menjadikan wisatawan harus berpikir dua kali untuk mandi.
Tak hanya itu. Bagi yang betah dan suka suasana alam yang masih alami mungkin tertarik bisa berkemah di kawasan seluas 10 ribu hektare ini. Pasalnya, ada tiga lokasi camping yang lumayan luas. Pengunjung dapat lebih bersentuhan dengan alam sembari rileks dan mencoba "masuk" ke alam setempat.(MAK/Cindi Agustina dan Effendi Kasah)