Liputan6.com, Bogor: Aksi ratusan warga Desa Cibeurem, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, yang berunjuk rasa di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Jumat (26/8), berakhir ricuh. Para pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan pedagang setempat. Bentrokan ini terjadi saat dua pedagang di kawasan TSI menghalangi dan mengusir para pengunjuk rasa.
Awalnya, kedua kelompok hanya beradu mulut. Situasi baru memanas ketika para karyawan TSI yang bersiaga di dalam pintu masuk melempar para pengunjuk rasa dengan batu dan kayu. Aksi itu langsung dibalas pengunjuk rasa. Aksi saling lempar itu baru reda setelah personel Kepolisian Resor Bogor berhasil melokalisir lokasi unjuk rasa. Untuk membubarkan massa, polisi sempat mengeluarkan dua kali tembakan peringatan. Polisi juga menahan beberapa orang yang terlibat dalam bentrokan tersebut.
Aksi yang dipimpin Haji Jejen Teteng ini memang bukan pertama kali. Dua tahun silam, aksi serupa pernah digelar. Aksi ini dilakukan untuk menuntut pengembalian tanah seluas 200 hektare yang diklaim pihak kebun binatang itu sebagai miliknya.(IAN/Heru Yustanto)
Awalnya, kedua kelompok hanya beradu mulut. Situasi baru memanas ketika para karyawan TSI yang bersiaga di dalam pintu masuk melempar para pengunjuk rasa dengan batu dan kayu. Aksi itu langsung dibalas pengunjuk rasa. Aksi saling lempar itu baru reda setelah personel Kepolisian Resor Bogor berhasil melokalisir lokasi unjuk rasa. Untuk membubarkan massa, polisi sempat mengeluarkan dua kali tembakan peringatan. Polisi juga menahan beberapa orang yang terlibat dalam bentrokan tersebut.
Aksi yang dipimpin Haji Jejen Teteng ini memang bukan pertama kali. Dua tahun silam, aksi serupa pernah digelar. Aksi ini dilakukan untuk menuntut pengembalian tanah seluas 200 hektare yang diklaim pihak kebun binatang itu sebagai miliknya.(IAN/Heru Yustanto)