Tersangka Perakit Bom Ambon Masih Diburu

Arsyad dan N yang diduga perakit bom yang meledak di Pasar Mardika, Ambon, Maluku, masih diburu polisi. Dari lima orang yang ditangkap, dua di antaranya sudah dijadikan tersangka dalang bom Ambon.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Agustus 2005, 14:49 WIB
Liputan6.com, Ambon: Kepolisian Resor Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease masih mengejar dua tersangka perakit bom. Yakni, Arsyad dan seseorang berinisial N. Demikian diungkapkan Kepala Polres Ambon Ajun Komisaris Besar Polisi Leonidas Braksan, Jumat (26/8).

Tadi pagi, Polres Ambon dibantu Detasemen 88 menangkap lima orang yang diduga terkait bom di Pasar Mardika. Mereka dicokok ketika mencoba kabur dari rumah di daerah perbukitan Dusun Kapapang, Desa Loki, Kabupaten Seram Bagian Barat [baca: Seorang Lagi Tersangka Bom Ambon Ditangkap].

Aden dan Dullah telah dinyatakan sebagai tersangka. Aden diduga sebagai perancang peledakan bom dan Dullah diduga mengetahui rencana itu. Sedangkan peran On, Sl, dan PH masih belum jelas. Sedangkan, KW atau Kasim Wali, penumpang becak yang membawa bom rakitan pada saat kejadian, ditembak polisi tadi pagi. Dia dihadiahi timah panas karena berusaha kabur saat menunjukkan keberadaan teman-temannya.

Aktivitas di Pasar Mardika tetap ramai dan tampak normal pagi ini. Para pedagang dan pembeli tetap bertransaksi sepeti biasa, sehari pacaledakan yang melukai delapan warga. Lokasi ledakan masih dijaga beberapa anggota TNI dan sekitar sepuluh orang dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima. Becak dan kendaraan bermotor dilarang melintasi lokasi peledakan. Namun, mobil angkutan kota yang menuju terminal tetap diperbolehkan melintas. Langkah ini diambil untuk menertibkan arus lalu lintas yang masuk keluar Pasar Mardika.

Seluruh penjuru Kota Ambon juga terlihat normal. Masyarakat beraktivitas seperti biasa dan tidak terpengaruh insiden ledakan bom, kemarin [baca: Bom Meledak di Pasar Mardika].(TNA/Sahlan Heluth dan Juhry Samanery)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya