Liputan6.com, Sleman: Gedung Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Muhammadiyah Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta akan dijual. Duit dari penjualan panti akan dipakai merenovasi Sekolah Menengah Umum Muhammadiyah II Prambanan yang terbengkalai. Alhasil, nasib 37 penghuni panti bakal terkatung-katung.
Pemilik gedung mengaku tak memiliki aset lain. Karena itu, penjualan gedung pantilah yang diandalkan untuk memperoleh duit Rp 75 juta bagi perbaikan sekolah. Sejak berdiri pada 1996, pengurus panti asuhan memang hanya memakai gedung bekas asrama milik Sekolah Pendidikan Guru Muhammadiyah Prambanan. Pemilik sekolah mengizinkan pemakaian bangunan itu untuk panti asuhan yang dikelola sesama pengurus Muhammadiyah.
Namun, belakangan, pengelola panti diultimatum menanggung biaya renovasi atau mencari tempat lain. Hal itu memberatkan pengurus panti. Sebab, kondisi panti juga memprihatinkan. Sedangkan dana yang ada di kas panti sangat minim. Lihat saja, untuk makan sehari-hari, pengurus cuma bisa menganggarkan Rp 375 per anak tiap hari.(TNA/Wiwik Susilo dan Mardiyanto)
Pemilik gedung mengaku tak memiliki aset lain. Karena itu, penjualan gedung pantilah yang diandalkan untuk memperoleh duit Rp 75 juta bagi perbaikan sekolah. Sejak berdiri pada 1996, pengurus panti asuhan memang hanya memakai gedung bekas asrama milik Sekolah Pendidikan Guru Muhammadiyah Prambanan. Pemilik sekolah mengizinkan pemakaian bangunan itu untuk panti asuhan yang dikelola sesama pengurus Muhammadiyah.
Namun, belakangan, pengelola panti diultimatum menanggung biaya renovasi atau mencari tempat lain. Hal itu memberatkan pengurus panti. Sebab, kondisi panti juga memprihatinkan. Sedangkan dana yang ada di kas panti sangat minim. Lihat saja, untuk makan sehari-hari, pengurus cuma bisa menganggarkan Rp 375 per anak tiap hari.(TNA/Wiwik Susilo dan Mardiyanto)