Liputan6.com, Maracaibo: Tim dari Prancis dan Kepulauan Martinique tiba di Venezuela, Kamis (18/8). Mereka ditugaskan menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat McDonnell Douglas MD-82 yang jatuh Selasa silam. Khusus tim ahli dari Prancis, mereka diutamakan membantu proses investigasi kecelakaan dan identifikasi jenazah korban [baca: Pencarian Korban Pesawat West Carribean Terus Dilakukan].
Kecelakaan pesawat milik maskapai penerbangan West Carribean Airways itu turut menewaskan delapan penumpang asal Kolombia. Adapun total korban meninggal berjumlah 160. Menyusul musibah tersebut, pemerintah Kolombia langsung memberlakukan larangan terbang pesawat carteran yang berasal dari Martinique. Sementara sejumlah pejabat terkait tengah memeriksa ketaatan maskapai penerbangan itu menjalankan inspeksi atas pesawat-pesawatnya.
Di lain pihak, penyelidik asal Venezuela mengatakan, kemungkinan jatuhnya pesawat karena kontaminasi bahan bakar yang mengakibatkan kedua mesin rusak. Namun dugaan itu ditampik pihak Bandar Udara Tocumen, Panama City, tempat pesawat tersebut lepas landas.
Mereka mengaku tak menemukan kontaminasi pada bahan bakar. Meski demikian, kenyataan berbicara lain. Sesaat sebelum jatuh, pilot sempat menghubungi petugas bandara dan melaporkan adanya gangguan mesin serta meminta izin untuk melakukan pendaratan darurat.(AIS/Ijx)
Kecelakaan pesawat milik maskapai penerbangan West Carribean Airways itu turut menewaskan delapan penumpang asal Kolombia. Adapun total korban meninggal berjumlah 160. Menyusul musibah tersebut, pemerintah Kolombia langsung memberlakukan larangan terbang pesawat carteran yang berasal dari Martinique. Sementara sejumlah pejabat terkait tengah memeriksa ketaatan maskapai penerbangan itu menjalankan inspeksi atas pesawat-pesawatnya.
Di lain pihak, penyelidik asal Venezuela mengatakan, kemungkinan jatuhnya pesawat karena kontaminasi bahan bakar yang mengakibatkan kedua mesin rusak. Namun dugaan itu ditampik pihak Bandar Udara Tocumen, Panama City, tempat pesawat tersebut lepas landas.
Mereka mengaku tak menemukan kontaminasi pada bahan bakar. Meski demikian, kenyataan berbicara lain. Sesaat sebelum jatuh, pilot sempat menghubungi petugas bandara dan melaporkan adanya gangguan mesin serta meminta izin untuk melakukan pendaratan darurat.(AIS/Ijx)