Liputan6.com, Helsinki: Nota kesepakatan damai antara pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka ditandatangani tepat pukul 11.40 waktu Helsinki atau sekitar pukul 15.40 WIB, di Helsinki, Finlandia, Senin (15/8). Pimpinan delegasi Indonesia, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaluddin dan Perdana Menteri GAM Malik Mahmud saling berjabat tangan dan berpose dengan tangan mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari di atas tangan mereka.
Setelah itu, Martti, Hamid, dan Malik menyampaikan kata sambutan. Intinya mereka berterima kasih kepada semua pihak yang membantu hingga kesepakatan damai ini diteken. Martti mengatakan Tim Pemantau dari Uni Eropa dan Asia akan mengawasi langsung perlucutan senjata di Aceh pada 15 September mendatang. Sedangkan Malik Mahmud menyampaikan terima kasih pada Jusuf Kalla yang menjadi penggerak pertemuan. Dia juga berharap kesepakatan ini akan membawa keadilan dan kebaikan bagi NAD [baca: Warga Aceh Menantikan Komitmen Damai].(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Setelah itu, Martti, Hamid, dan Malik menyampaikan kata sambutan. Intinya mereka berterima kasih kepada semua pihak yang membantu hingga kesepakatan damai ini diteken. Martti mengatakan Tim Pemantau dari Uni Eropa dan Asia akan mengawasi langsung perlucutan senjata di Aceh pada 15 September mendatang. Sedangkan Malik Mahmud menyampaikan terima kasih pada Jusuf Kalla yang menjadi penggerak pertemuan. Dia juga berharap kesepakatan ini akan membawa keadilan dan kebaikan bagi NAD [baca: Warga Aceh Menantikan Komitmen Damai].(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)