Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah dinilai tidak terbuka soal isi perjanjian damai Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka. Pemerintah seolah menyembunyikan sesuatu dari pertemuan di Helsinki, Finlandia. Menurut mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sikap tersebut telah membuat situasi di Papua bergolak. "Kita jelek-jelek punya anak buah di DPR, kita bisa memanggil mereka untuk menanyakan itu. Emangnya kita kambing congek," kata Gus Dur.
Kritik tersebut dilontarkan Gus Dur mewakili sejumlah tokoh politik usai pertemuan di rumah mantan presiden Indonesia keempat itu di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (12/8). Acara dihadiri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Sukarnoputri, bekas Panglima ABRI Jenderal Purnawirawan Wiranto, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, dan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.
Sayang, agenda dialog tadi siang tidak dijelaskan Gus Dur. Yang pasti, pertemuan itu merupakan lanjutan dari sejumlah rapat sebelumnya yang diadakan di kediaman Try Sutrisno dan Wiranto [baca: Megawati Menemui Wiranto]. Kala itu, materi yang diperbincangkan seputar sikap mereka menanggapi sejumlah permasalahan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia. Poin-poin itu antara lain mulai dari permasalahan kemiskinan, busung lapar hingga kedaulatan bangsa.(KEN/Tascha Liudmila dan Taufik Maru)
Kritik tersebut dilontarkan Gus Dur mewakili sejumlah tokoh politik usai pertemuan di rumah mantan presiden Indonesia keempat itu di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (12/8). Acara dihadiri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Sukarnoputri, bekas Panglima ABRI Jenderal Purnawirawan Wiranto, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, dan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.
Sayang, agenda dialog tadi siang tidak dijelaskan Gus Dur. Yang pasti, pertemuan itu merupakan lanjutan dari sejumlah rapat sebelumnya yang diadakan di kediaman Try Sutrisno dan Wiranto [baca: Megawati Menemui Wiranto]. Kala itu, materi yang diperbincangkan seputar sikap mereka menanggapi sejumlah permasalahan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia. Poin-poin itu antara lain mulai dari permasalahan kemiskinan, busung lapar hingga kedaulatan bangsa.(KEN/Tascha Liudmila dan Taufik Maru)