Liputan6.com, Bandung: Pesawat terbang CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia yang jatuh di Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis silam, sebenarnya masih laik terbang. Masa layak terbang pesawat ini sampai 25 tahun. Demikian dikemukakan Kepala Humas PT DI Rakhendi di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/7).
Menurut Rakhendi, pesawat diproduksi pada 1992 atau baru 13 tahun dimiliki TNI Angkatan Udara. Ia menambahkan, pesawat jenis CN-235 sudah terjual sebanyak 60 unit baik untuk kebutuhan domestik maupun luar negeri. Semua pesawat berkapasitas 35 penumpang ini belum ada yang bermasalah kecuali milik TNI AU.
Untuk membantu penyelidikan jatuhnya pesawat CN-235 di Lhokseumawe, PT DI sudah menyiapkan tim investigasi. Sejauh ini, pihak TNI menduga kecelakaan terjadi karena kerusakan pada salah satu mesin pesawat. Sebuah mesin tiba-tiba mati sehingga pesawat bernomor registrasi A2301 yang dipiloti Kapten Imam Subekti itu terjerembab [baca: Tim Penyelidik Kecelakaan CN-235 Diterjunkan].(YYT/Taufik dan Patri Hidayat)
Menurut Rakhendi, pesawat diproduksi pada 1992 atau baru 13 tahun dimiliki TNI Angkatan Udara. Ia menambahkan, pesawat jenis CN-235 sudah terjual sebanyak 60 unit baik untuk kebutuhan domestik maupun luar negeri. Semua pesawat berkapasitas 35 penumpang ini belum ada yang bermasalah kecuali milik TNI AU.
Untuk membantu penyelidikan jatuhnya pesawat CN-235 di Lhokseumawe, PT DI sudah menyiapkan tim investigasi. Sejauh ini, pihak TNI menduga kecelakaan terjadi karena kerusakan pada salah satu mesin pesawat. Sebuah mesin tiba-tiba mati sehingga pesawat bernomor registrasi A2301 yang dipiloti Kapten Imam Subekti itu terjerembab [baca: Tim Penyelidik Kecelakaan CN-235 Diterjunkan].(YYT/Taufik dan Patri Hidayat)