Liputan6.com, Jakarta: Presiden Abdurrahman Wahid, Wakil Presiden Megawati Sukarnoputri, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua DPR Akbar Tandjung diminta segera menanggalkan jabatan oleh Aktivis Prodemokrasi (Prodem). Sebab, keempat tokoh nasional itu dianggap tak memperhatikan kepentingan bangsa dan justru lebih mendahulukan kelompok serta pribadi masing-masing. Demikian penegasan Ketua Badan Pengurus Prodem Nuku Sulaiman, saat menggelar jumpa pers, di Jakarta, Senin (2/4) siang.
Menurut Nuku, keempat pemimpin nasional itu juga telah menyia-yiakan kesempatan sejarah untuk mengimplementasikan enam visi reformasi yang sudah dipertaruhkan rakyat, mahasiswa dan kaum muda. Sebab itu, sebaiknya keempat tokoh tadi segera meletakkan jabatan masing-masing. Selain itu, Prodem juga menilai, para pemimpin bangsa tak dapat menyelesaikan krisis multi demensional yang terjadi saat ini. Termasuk rencana pembelian mobil mewah yang jauh dari realitas kehidupan rakyat.
Pada saat berbeda, ratusan pendukung Gus Dur yang tergabung dalam Front Pembela Kebenaran (FPK) telah meneken pernyataan siap mati untuk membela cucu pendiri Nahdlatul Ulama itu. Dalam kesempatan itu telah tercatat sebanyak 622 pendaftar, termasuk lima perempuan.
Menurut Koordinator FPK Wiro Sugiman, pembukaan pos komando itu semata-mata untuk menampung aspirasi pendukung Gus Dur. Sebab, manuver elite politik untuk menggulingkan mantan Ketua Umum PBNU itu juga terus bergulir. Wiro menegaskan, pembukaan Posko Pro-Gus Dur di Surabaya, Jawa Timur, adalah yang kedua. Sebelumnya, pendukung Gus Dur di Banyuwangi, Jatim, juga telah menyatakan siap mati untuk membela Presiden.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut Nuku, keempat pemimpin nasional itu juga telah menyia-yiakan kesempatan sejarah untuk mengimplementasikan enam visi reformasi yang sudah dipertaruhkan rakyat, mahasiswa dan kaum muda. Sebab itu, sebaiknya keempat tokoh tadi segera meletakkan jabatan masing-masing. Selain itu, Prodem juga menilai, para pemimpin bangsa tak dapat menyelesaikan krisis multi demensional yang terjadi saat ini. Termasuk rencana pembelian mobil mewah yang jauh dari realitas kehidupan rakyat.
Pada saat berbeda, ratusan pendukung Gus Dur yang tergabung dalam Front Pembela Kebenaran (FPK) telah meneken pernyataan siap mati untuk membela cucu pendiri Nahdlatul Ulama itu. Dalam kesempatan itu telah tercatat sebanyak 622 pendaftar, termasuk lima perempuan.
Menurut Koordinator FPK Wiro Sugiman, pembukaan pos komando itu semata-mata untuk menampung aspirasi pendukung Gus Dur. Sebab, manuver elite politik untuk menggulingkan mantan Ketua Umum PBNU itu juga terus bergulir. Wiro menegaskan, pembukaan Posko Pro-Gus Dur di Surabaya, Jawa Timur, adalah yang kedua. Sebelumnya, pendukung Gus Dur di Banyuwangi, Jatim, juga telah menyatakan siap mati untuk membela Presiden.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)