Liputan6.com, Tangerang: Isak tangis mengiringi pemakaman Sabrina Nurul Aisah, putri dari keluarga almarhum Iwan Iswara di Tempat Pemakamam Umum (TPU) Pondok Benda, Pamulang, Tangerang, Kamis (14/7) petang. Ibunda Sabrina, Lien Rosalina meski terpukul dengan musibah ini mencoba untuk tabah saat jasad anaknya dimasukkan ke liang lahat. Wanita ini dalam sepekan kehilangan tiga orang yang dicintainya, yaitu suami dan dua orang putrinya [baca: Sabrina Akhirnya Meninggal Dunia].
Sabrina, bocah berusia delapan tahun ini sebelumnya sempat menjalani perawatan selama dua pekan di ruang perawatan khusus (ICU) Rumah Sakit Siloam Gleneagles, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten. Bocah yang baru saja naik ke kelas tiga sekolah dasar ini akhirnya meninggal dunia Kamis pukul 04.20 WIB. Ia menyusul ayahnya Iwan Iswara dan adiknya Talita yang meninggal beberapa hari silam.
Sebelum dimakamkan, jenazah Sabrina disalatkan di kamar jenazah RS Siloam. Sejumlah handai tolan dan kerabat keluarga menyampaikan rasa turut berduka cita kepada Lien Rosalina yang kini tinggal berdua bersama putra sulungnya Fariz Murahman yang berusia 12 tahun. Tepat jam 15.00 WIB, jasad Sabrina dikebumikan berdampingan dengan pusara ayah dan adiknya. Atas alasan medis, seperti bapaknya, Sabrina dimakamkan dengan menggunakan peti.
Hingga kini, masih belum diketahui secara pasti apa penyakit yang akhirnya menelan jiwa Sabrina serta bapak dan adiknya ini. Hasil penelitian sebuah laboratorium, mereka negatif terserang flu burung dan sindrom pernapasan akut parah (SARS). Pihak RS Siloam hanya mengatakan ketiganya terserang radang paru-paru berat atau pneunomia. Namun, pihak keluarga berharap pemerintah dapat menuntaskan penyelidikan kasus penyakit yang mematikan ini. Hal ini untuk menghindari kesimpangsiuran dan menghindari korban jiwa lainnya.
Paman Sabrina, Dedi Hawadi kepada SCTV menjelaskan, bahwa kematian anggota keluarganya bukan diakibatkan oleh flu burung atau SARS. "Ini bukan SARS, bukan flu burung tapi infeksi. Awam menanyakan apa penyebab infeksinya", tuturnya. Hal senada juga disampaikan oleh dokter Sadikin, Ketua Tim Medis kasus Keluarga Iwan Iswara. Menurut dia, pemeriksaan yang dilakukan Departemen Kesehatan menunjukkan hasil negatif terhadap virus flu burung atau SARS.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)
Sabrina, bocah berusia delapan tahun ini sebelumnya sempat menjalani perawatan selama dua pekan di ruang perawatan khusus (ICU) Rumah Sakit Siloam Gleneagles, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten. Bocah yang baru saja naik ke kelas tiga sekolah dasar ini akhirnya meninggal dunia Kamis pukul 04.20 WIB. Ia menyusul ayahnya Iwan Iswara dan adiknya Talita yang meninggal beberapa hari silam.
Sebelum dimakamkan, jenazah Sabrina disalatkan di kamar jenazah RS Siloam. Sejumlah handai tolan dan kerabat keluarga menyampaikan rasa turut berduka cita kepada Lien Rosalina yang kini tinggal berdua bersama putra sulungnya Fariz Murahman yang berusia 12 tahun. Tepat jam 15.00 WIB, jasad Sabrina dikebumikan berdampingan dengan pusara ayah dan adiknya. Atas alasan medis, seperti bapaknya, Sabrina dimakamkan dengan menggunakan peti.
Hingga kini, masih belum diketahui secara pasti apa penyakit yang akhirnya menelan jiwa Sabrina serta bapak dan adiknya ini. Hasil penelitian sebuah laboratorium, mereka negatif terserang flu burung dan sindrom pernapasan akut parah (SARS). Pihak RS Siloam hanya mengatakan ketiganya terserang radang paru-paru berat atau pneunomia. Namun, pihak keluarga berharap pemerintah dapat menuntaskan penyelidikan kasus penyakit yang mematikan ini. Hal ini untuk menghindari kesimpangsiuran dan menghindari korban jiwa lainnya.
Paman Sabrina, Dedi Hawadi kepada SCTV menjelaskan, bahwa kematian anggota keluarganya bukan diakibatkan oleh flu burung atau SARS. "Ini bukan SARS, bukan flu burung tapi infeksi. Awam menanyakan apa penyebab infeksinya", tuturnya. Hal senada juga disampaikan oleh dokter Sadikin, Ketua Tim Medis kasus Keluarga Iwan Iswara. Menurut dia, pemeriksaan yang dilakukan Departemen Kesehatan menunjukkan hasil negatif terhadap virus flu burung atau SARS.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)