Liputan6.com, Tepi Barat: Konflik Israel-Palestina semakin memanas pascaserangan bom bunuh diri di sebuah supermarket di Kota Netanya, Israel, Selasa silam, yang dilakukan oleh seorang pemuda Palestina bernama Sami Abu Khalil. Peledakan dilakukan Abu Khalil dengan meledakkan 10 kilogram bahan peledak yang dipasang di tubuhnya [baca: Netanya Diguncang Bom, Dua Tewas].
Menyusul insiden tersebut pasukan Israel menggeledah sebuah rumah di Tulkarim, Tepi Barat, Rabu (13/7), karena dicurigai sebagai tempat penyimpanan bahan pembuat bom. Rumah tersebut akhirnya dihancurkan dengan cara diledakkan usai penggeledahan. Sebelum penggeledahan, tentara Israel pun menutup sejumlah jalan menuju Tepi Barat dan Jalur Gaza serta melarang semua orang Palestina memasuki wilayah Israel.
Penutupan itu dilakukan pasukan Israel setelah mendapat perintah dari Perdana Menteri Ariel Sharon, sebagai upaya mencegah kedatangan kelompok penentang kebijakan penarikan mundur Israel dari Jalur Gaza. Sharon memberi kewenangan kepada pasukan Israel untuk mengusir setiap orang yang tidak memiliki izin tinggal di wilayah itu.
Di perlintasan Kissufim, daerah dekat permukiman Gush Katif, Jalur Gaza, juga ditutup tentara Israel. Penutupan jalan di wilayah itu menimbulkan antrean panjang warga sekitar. Sementara sebuah keributan terjadi di permukiman Kfar Darom, ketikat Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Israel Amos Yaron meninggalkan tempat wilayah tersebut. Sebab, para pemukim di wilayah itu mencegah Amos pergi setelah mereka mendengar adanya perintah menutup sejumlah permukiman di Jalur Gaza yang dilakukan tentara Israel.(ZIZ/Rcm)
Menyusul insiden tersebut pasukan Israel menggeledah sebuah rumah di Tulkarim, Tepi Barat, Rabu (13/7), karena dicurigai sebagai tempat penyimpanan bahan pembuat bom. Rumah tersebut akhirnya dihancurkan dengan cara diledakkan usai penggeledahan. Sebelum penggeledahan, tentara Israel pun menutup sejumlah jalan menuju Tepi Barat dan Jalur Gaza serta melarang semua orang Palestina memasuki wilayah Israel.
Penutupan itu dilakukan pasukan Israel setelah mendapat perintah dari Perdana Menteri Ariel Sharon, sebagai upaya mencegah kedatangan kelompok penentang kebijakan penarikan mundur Israel dari Jalur Gaza. Sharon memberi kewenangan kepada pasukan Israel untuk mengusir setiap orang yang tidak memiliki izin tinggal di wilayah itu.
Di perlintasan Kissufim, daerah dekat permukiman Gush Katif, Jalur Gaza, juga ditutup tentara Israel. Penutupan jalan di wilayah itu menimbulkan antrean panjang warga sekitar. Sementara sebuah keributan terjadi di permukiman Kfar Darom, ketikat Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Israel Amos Yaron meninggalkan tempat wilayah tersebut. Sebab, para pemukim di wilayah itu mencegah Amos pergi setelah mereka mendengar adanya perintah menutup sejumlah permukiman di Jalur Gaza yang dilakukan tentara Israel.(ZIZ/Rcm)